Tingkat kunjungan wisatawan, menurun sekitar 30 persen, terutama sehari pasca terjadinya erupsi.
Kondisi penurunan ini, menurut juru kunci Makam Bung Karno, Kahfi Nezar, merupakan dampak langsung letusan Kelud.
"Satu dua hari pasca erupsi memang terjadi penurunan, terutama wisatawan dari luar kota," jelas Kahfi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/2/2014).
Kahfi menambahkan, penyebab turunya wisatawan, karena mereka terhambat perjalananya akibat efek abu vulkanik Kelud, yang melanda beberapa kota yang berdekatan dengan Kota Blitar.
"Perjalanan mereka terganggu, saat melintas melewati kota Jogja, Madiun ataupun Kediri, hingga sampai di Kota Blitar,"imbuh Kahfi.
Sementara, pantauan detikcom di lokasi Makam Bung Karno, tingkat kunjungan peziarah Senin pagi, terlihat normal. Peziarah kembali berdatangan.
Rombongan peziarah berjumlah sekitar 30 orang, dari wilayah Jepara, Jawa Tengah datang dan berdoa di pusara Pesiden pertama RI ini.
"Tidak ada kekhawatiran meski ada letusan Kelud, kami yakin di sebelah selatan aman," ujar H. Suali (53), pimpinan rombongan wisatawan kepada detikcom usai berziarah di pusara Bung Karno.
Data kunjungan wisawatan di Makam Bung Karno, rata-rata mencapai 750 sampai 1500 wisatawan per hari. Jumlah ini bisa meningkat hingga duakali lipat lebih, jika akhir pekan atau hari libur nasional. Namun, saat terjadinya erupsi kelud pekan lalu, jumlah wisawatan menurun hingga 30 persen.
(ndr/ndr)











































