3 Cerita Ahok Saat Pulang Kampung ke Belitung Timur

3 Cerita Ahok Saat Pulang Kampung ke Belitung Timur

- detikNews
Senin, 17 Feb 2014 07:06 WIB
3 Cerita Ahok Saat Pulang Kampung ke Belitung Timur
Jakarta - Sosok Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki T Purnama yang kerap melontarkan pernyataan pedas berubah 180 derajat saat pulang kampung ke Belitung Timur, Bangka Belitung. Ia pun menceritakan sejumlah kebiasaannya di kampung halaman.

Rangkuman detikcom, Minggu (16/2/2014), pria yang akrab disapa Ahok itu pulang kampung bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh. Ia pun tidak ketinggalan seremoni perayaan yang diwarnai dengan pasar malam dan atraksi barongsai tersebut.

Namun di sela-sela serangkaian acara liburan akhir pekannya ini, Ahok sempat bercerita. Cerita mulai dari kegemarannya akan kopi, memancing di pantai pribadi, hingga anak sulungnya yang ingin menjadi tentara.

Berikut rangkuman tiga cerita Ahok saat pulang kampung:

Aroma Kopi Jl Manggar

Ahok di warung kopi Afui (Foto: Bilkis/detikcom)
Salah satu ruas jalan di Belitung Timur dikenal dengan sebutan 1001 warung kopi. Jalan tersebut adalah Jalan Manggar, dan aroma kopi kerap menggoda para pelancong yang melintas di jalan ini.

Ahok pun mengajak para pekerja media menikmati malam di Belitung Timur dengan secangkir kopi racikan warung kopi Afui. Warung kopi ini disebut Ahok memiliki racikan spesial sehingga tersajinya kopi dengan aroma khas dan rasa yang mantap.

"Yang membedakan kopinya hanya dari cara dia menyeduh dan seberapa tebal daki (ampas kopi) yang nempel di saringannya," kata Ahok di warung tersebut, Sabtu (15/2) malam.

Sedikitnya ada 60 warung kopi di sepanjang jalan ini. Mereka pun memasok kopi dari Sumatera dan Jawa. Namun seduhan kopi menggunakan ampas yang dilakukan berulang kali membuat cita rasa yang unik.

"Aku cuma suka baunya saja. Tapi kalau rasa, menurutku sama saja semuanya," ujar Ahok sambil bercengkarama dengan warga yang juga sedang minum kopi.

Aroma Kopi Jl Manggar

Ahok di warung kopi Afui (Foto: Bilkis/detikcom)
Salah satu ruas jalan di Belitung Timur dikenal dengan sebutan 1001 warung kopi. Jalan tersebut adalah Jalan Manggar, dan aroma kopi kerap menggoda para pelancong yang melintas di jalan ini.

Ahok pun mengajak para pekerja media menikmati malam di Belitung Timur dengan secangkir kopi racikan warung kopi Afui. Warung kopi ini disebut Ahok memiliki racikan spesial sehingga tersajinya kopi dengan aroma khas dan rasa yang mantap.

"Yang membedakan kopinya hanya dari cara dia menyeduh dan seberapa tebal daki (ampas kopi) yang nempel di saringannya," kata Ahok di warung tersebut, Sabtu (15/2) malam.

Sedikitnya ada 60 warung kopi di sepanjang jalan ini. Mereka pun memasok kopi dari Sumatera dan Jawa. Namun seduhan kopi menggunakan ampas yang dilakukan berulang kali membuat cita rasa yang unik.

"Aku cuma suka baunya saja. Tapi kalau rasa, menurutku sama saja semuanya," ujar Ahok sambil bercengkarama dengan warga yang juga sedang minum kopi.

Memancing di Pantai Pribadi

Ahok di Pantai Bukit Batu (Foto: Bilkis/detikcom)
Ahok menunjukkan salah satu pantai di Belitung Timur, Pantai Bukit Batu, kepada para pekerja media yang menguntitnya. Rupanya pantai yang berhiaskan pasir putih dan susunan karang ini menjadi lokasi memancing favoritnya.

"Di sini bisa memancing. Aku senang memancing. Tapi kalau ke sini tak pernah sempat memancing," kata Ahok pada wartawan, Sabtu (15/2) kemarin.

Ahok mendadak berubah profesi jadi tour guide. Ia menjelaskan keunikan wilayah pesisir Belitung Timur yang berbeda dengan kepualauan lainnya. Namun tak mudah untuk mencapai pantai pribadi ini.

Suami Veronica Tan bersama rombongan itu harus berjalan kaki menjelajahi hutan melalui jalan setapak dari sebuah pendopo utama. Kelelahan setelah berjalan kaki hilang begitu suara ombak dan angin pantai menyeruak dari bebalik pepohonan.

Kemudian Ahok sempat meminjam pancingan salah satu pengunjung pantai. Ia mengaku kesukaannya saat memancing ketika melempar kail dan saat ikan menyambut kail itu.

"Kalau di sini lebih enak, tenang. Kalau penat di Jakarta, liburan di sini sudah yang paling pas deh. Apalagi milik sendiri," ujar Ahok sambil menikmati deburan ombak di kakinya.

Memancing di Pantai Pribadi

Ahok di Pantai Bukit Batu (Foto: Bilkis/detikcom)
Ahok menunjukkan salah satu pantai di Belitung Timur, Pantai Bukit Batu, kepada para pekerja media yang menguntitnya. Rupanya pantai yang berhiaskan pasir putih dan susunan karang ini menjadi lokasi memancing favoritnya.

"Di sini bisa memancing. Aku senang memancing. Tapi kalau ke sini tak pernah sempat memancing," kata Ahok pada wartawan, Sabtu (15/2) kemarin.

Ahok mendadak berubah profesi jadi tour guide. Ia menjelaskan keunikan wilayah pesisir Belitung Timur yang berbeda dengan kepualauan lainnya. Namun tak mudah untuk mencapai pantai pribadi ini.

Suami Veronica Tan bersama rombongan itu harus berjalan kaki menjelajahi hutan melalui jalan setapak dari sebuah pendopo utama. Kelelahan setelah berjalan kaki hilang begitu suara ombak dan angin pantai menyeruak dari bebalik pepohonan.

Kemudian Ahok sempat meminjam pancingan salah satu pengunjung pantai. Ia mengaku kesukaannya saat memancing ketika melempar kail dan saat ikan menyambut kail itu.

"Kalau di sini lebih enak, tenang. Kalau penat di Jakarta, liburan di sini sudah yang paling pas deh. Apalagi milik sendiri," ujar Ahok sambil menikmati deburan ombak di kakinya.

Ahok dan Anak Sulungnya

Ahok dan anak sulungnya (Foto:Bilkis/detikcom)
Pulang kampung kali ini, Ahok membawa anak sulungnya Nicholas. Saat berjalan-jalan mengelilingi Belitung Timur pun Nicholas selalu berada di samping Ahok.

Rupanya ada kisah tersembunyi di balik hubungan ayah dan anak ini. Ahok pun menceritakan kalau putranya ini mahir berburu dan gemar belajar.

"Lihat, badannya sudah jadi anak saya ini," kata Ahok yang menilai badan putranya proporsional, Minggu (16/2).

Kisah kemahiran berburu Nicholas dimulai ketika kakeknya, Indra T Purnama, yang sering mengajak berburu tupai saat pulang ke Belitung. Ahok memuji keterampilan Nicholas menembak dalam jarak 300 meter.

"Kalau tupai itu, kamu hanya punya waktu sedikit untuk memutuskan mau tembak atau tidak. Dia ini fokusnya bagus," kata Ahok memuji buah hatinya.

Selain itu Ahok yang mendukung apa pun keinginan anaknya asal tidak melanggar hukum ini memberikan peralatan latihan tinju untuk menjaga kebugaran Nicholas. Namun putranya tampak lebih sibuk dengan laptop dan buku yang tak pernah lepas dari daftar bawaannya.

"Dia memang selalu bawa laptop. Sekarang dia lagi mengembangkan program untuk tugas akhir sekolahnya. Nggak tahu juga apa," jawab Ahok yang menuturkan cita-cita anaknya itu menjadi anggota TNI.

Ahok dan Anak Sulungnya

Ahok dan anak sulungnya (Foto:Bilkis/detikcom)
Pulang kampung kali ini, Ahok membawa anak sulungnya Nicholas. Saat berjalan-jalan mengelilingi Belitung Timur pun Nicholas selalu berada di samping Ahok.

Rupanya ada kisah tersembunyi di balik hubungan ayah dan anak ini. Ahok pun menceritakan kalau putranya ini mahir berburu dan gemar belajar.

"Lihat, badannya sudah jadi anak saya ini," kata Ahok yang menilai badan putranya proporsional, Minggu (16/2).

Kisah kemahiran berburu Nicholas dimulai ketika kakeknya, Indra T Purnama, yang sering mengajak berburu tupai saat pulang ke Belitung. Ahok memuji keterampilan Nicholas menembak dalam jarak 300 meter.

"Kalau tupai itu, kamu hanya punya waktu sedikit untuk memutuskan mau tembak atau tidak. Dia ini fokusnya bagus," kata Ahok memuji buah hatinya.

Selain itu Ahok yang mendukung apa pun keinginan anaknya asal tidak melanggar hukum ini memberikan peralatan latihan tinju untuk menjaga kebugaran Nicholas. Namun putranya tampak lebih sibuk dengan laptop dan buku yang tak pernah lepas dari daftar bawaannya.

"Dia memang selalu bawa laptop. Sekarang dia lagi mengembangkan program untuk tugas akhir sekolahnya. Nggak tahu juga apa," jawab Ahok yang menuturkan cita-cita anaknya itu menjadi anggota TNI.
Halaman 2 dari 8
(vid/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads