Sedikitnya 23 orang warga Kecamatan Ngantang dilaporkan hilang saat Gunung Kelud meletus. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum mengetahui keberadaan mereka.
Data orang hilang ini ditempel dalam papan pengumuman di Kantor Kecamatan Pujon, tempat posko pengungsian didirikan BPBD Kabupaten Malang.
"Ini daftar orang hilang, belum tahu hidup atau meninggal," ujar staf BPBD Kabupaten Malang Yohan Wicaksono di lokasi, Jumat (14/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak jam 12 siang ini baru satu diketemukan, jadi menyusut menjadi 23 orang," terang Yohan.
Ia menduga warga yang dilaporkan hilang ini berada di pos pengungsian lainnya. Sebab, untuk wilayah Pujon telah didirikan sebanyak 18 pos pengungsian. Sedangkan di Kota Batu berjumlah 8 tempat.
"Untuk Pujon total 4.040 orang, sedangkan Kota Batu sebanyak 1.698 orang sesuai data yang dimilikinya," beber Yohan.
Pihaknya terus memantau perkembangan informasi sesuai identitas para warga yang dilaporkan hilang oleh anggota keluarganya. "Kalau meninggal dunia baru dua orang yang pasti," tegasnya.
Korban meninggal tercatat bernama Sanusi (70), warga Dusun Plumbang Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang. Korban meninggal akibat gangguan pernapasan.
"Dua meninggal namanya Sanusi dan Sair. Lokasi kejadian berbeda, yang Sanusi di rumah, sementara Sairi di tempat pengungsian," ujar Danramil Ngantang Kapten Gatot Sartono kepada detikcom di akses masuk wisata Bendungan Selorejo, Jumat (14/2/2014). (bdh/aan)










































