Debat Capres PD, Pramono Edhie Cerita Soal Wajib Militer dan Pertanahan

Debat Capres PD, Pramono Edhie Cerita Soal Wajib Militer dan Pertanahan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 00:26 WIB
Debat Capres PD, Pramono Edhie Cerita Soal Wajib Militer dan Pertanahan
Jakarta - Salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo menjelaskan sistem pertahanan dan keamanan Indonesia ke depan. Pemimpin tidak boleh asing di negerinya sendiri.

"Peretahanan dan keamanan adalah syarat utama pembangungan," ujar Edhie dalam Debat Bernegara Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Surabaya, lewat rilis yang dikirimkan, Kamis (13/2/2014).

Terkait pembangunan pangkalan militer di pulau-pulau terdepan Indonesia, Edhie menyatakan bahwa menempatkan pasukan dan peralatan militer di pulau-pulau terdepan Indonesia hal yang wajib dilakukan. Lebih lanjut Edhie menegaskan bahwa pulau terdepan sebaiknya tidak hanya diduduki oleh militer, tapi harus juga diisi dengan penduduk Indonesia sendiri dan menjadi wilayah hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal wajib militer, Edhie menyampaikan bahwa sistem pertahanan yang cocok untuk Indonesia adalah sistem pertahanan semesta, yang artinya pertahanan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer.

"Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan, mari kita semua mencontoh apa yang dilakukan para pendahulu kita di jaman perjuangan kemerdekaan dulu, memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," ujar Edhie.

Selain itu, seorang pemimpin harus kenal wilayah dan budaya Indonesia dan dirinya akan mengambil kebijakan yang lebih besar untuk memberi ruang dan peluang kepada berkembangnya budaya lokal.

"Jangan pemimpin asing di negerinya sendiri dan menjalankan pembangunan yang tidak sesuai dengan akar budaya Indonesia," ucapnya.

(tfq/fdn)


Berita Terkait