Survei IFES & LSI: Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada KPU Tinggi

Survei IFES & LSI: Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada KPU Tinggi

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 11 Feb 2014 13:53 WIB
Survei IFES & LSI: Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada KPU Tinggi
Jakarta - Pemilihan legislatif 2014 sudah kurang dari dua bulan lagi namun masyarakat masih merasa kekurangan informasi terkait Pemilu. Oleh sebab itu, KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang dipercaya masyarakat diharapkan mampu memberikan pendidikan Pemilu dengan lebih intensif.

"Partisipasi pemilih di Indonesia akan besar tapi pemilih cenderung tidak punya banyak informasi, contohnya untuk mengecek nama mereka di DPT atau untuk cara mencoblos. Sehingga informasi harus signifikan dan intensif," kata Research Director IFES Rakesh Sharma di Grand Ballroom Kempinski, Selasa (12/2/2014).

Hal ini ia paparkan dalam rilis survei yang dilakukan oleh International Foundation for Electoral System (IFES) dengan menggandeng Lembaga Survei Indonesia (LSI). Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 52% responden mengaku hanya memiliki sedikit informasi terkait Pemilu dan 21% tidak memiliki informasi sama sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IFES dan LSI juga menanyakan tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga penyelenggara Pemilu. Hasilnya, sebanyak 5% responden sangat percaya dan 71% percaya pada KPU sebagai lembaga pemilihan umum. Oleh sebab itu, tanggung jawab pendidikan terkait Pemilu harus dibebankan kepada KPU.

"KPU adalah institusi yang bertanggungjawab pada informasi mengenai Pemilu. KPU dipercaya dan masyarakat puas pada kinerja mereka sehingga seharusnya mereka bisa melakukan pendidikan lebih tentang Pemilu," ujar Rakesh.

Ketua KPU Husni Kamil Manik yang juga hadir dalam acara ini mengapresiasi hasil survei yang ada. Ia menegaskan bahwa hasil survei memang benar adamya dan bukan pesanan KPU.

"Bagi kami ini sangat menarik untuk dipelajari. Ini membantu kami memberi untuk perhatian pada posisi kelemahan yang ada agar ada pendekatan khusus pada petugas kami di lapangan. Tapi ini tidak ada pesanan dari KPU ke IFES dan LSI ya," kata Husni.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 1.890 responden yang mewakili para pemilih di Indonesia yaitu usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Responden berasal dari semua provinsi di Indonesia dan jumlah responden ditetapkan secara proporsional berdasarkan provinsi. Survei dilaksanakan pada 17-30 Desember 2013 dengan margin of error 2,3% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei ini didanai oleh IFES sendiri.

Berikut hasil survei tentang informasi Pemilu yang diterima pemilih:

Sangat banyak informasi 2%
Cukup banyak informasi 20%
Sedikit informasi 52%
Tidak memiliki informasi sama sekali 21%
Tidak tahu/tidak jawab 5%

Berikut hasil tentang tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga penyelenggara Pemilu:

KPU Nasional
Sangat percaya 5%
Percaya 71%
Tidak percaya 15%
Sangat tidak percaya 0%
Tidak tahu/tidak jawab 8%

Bawaslu
Sangat percaya 4%
Percaya 71%
Tidak percaya 17%
Sangat tidak peraya 0%
Tdk tahu tdk jawab 7%

KPU provinsi
Sangat Percaya 4%
Percaya 73%
Tidak percaya 14%
Sangat tidak percaya 1%
Tdk tahu tdk jawab 7%

KPU Kabupaten/Kota
Sangat percaya 4%
Percaya 75%
Tidak percaya 14%
Sangat tidak percaya 1%
Tidak tahu atau tidak jawab 6%

(van/van)


Berita Terkait