Survei Alvara: Karakter Kelas Menengah Indonesia Pemilih Galau

Survei Alvara: Karakter Kelas Menengah Indonesia Pemilih Galau

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 07 Feb 2014 13:49 WIB
Survei Alvara: Karakter Kelas Menengah Indonesia Pemilih Galau
Jakarta - Lembaga survei Alvara Research Center menemukan 4 tipologi pemilih kelas menengah di Indonesia. Ternyata mayoritas adalah pemilih galau.

"Swing voters atau pemilih galau (27,1%), pemilih ini merupakan pemilih yang mengikuti kemana arah suara kebanyakan mengalir, mereka juga cenderung tidak loyal terhadap partai/kandidat tertentu. Tipe pemilih ini adalah tipe yang memiliki jumlah paling besar diantara tiga tipe lainnya," kata pendiri Alvara, Hasanuddin Ali, dalam siaran pers, Jumat (7/2/2014).

Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada 1.500 responden berusia 17 – 55 tahun dengan margin error 2,5% yang dilaksanakan pada 16 – 30 Januari 2014 di 12 kota sebagai berikut: Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, Makassar, Manado, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin dan Balikpapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karakter kelas menengah kedua adalah pemilih cerdas. Sekitar 25,1% responden dinilai memiliki karakter pemilih cerdas, karena cenderung rasional dalam menentukan partai/kandidat pilihannya.

"Kebanyakan dari mereka sudah memiliki pilihan partai/kandidat yang akan dipilih di Pemilu 2014," katanya.

Berikutnya adalah apathetic voters atau pemilih cuek. 25,1% responden survei dikategorikan masuk kategori ini. Kemudian ada conservative voters atau pemilih kolot (22,7%), Pemilih yang cenderung memilih partai/kandidat yang memiliki latar belakang agama, Sebagian dari mereka masih bimbang dengan pilihan partai/kandidat yang akan dipilih di Pemilu 2014, pemilih ini banyak dimonisasi pemilih muda dan dewasa.

"Dari hasil survei ini juga menunjukkan bahwa pemilih cuek dan pemilih kolot masih banyak yang belum menentukan pilihan partai yang akan di pilih, antara 30% – 40 %, sementara pemilih dengan tipe pemilih galau dan pemilih cerdas yang belum menentukan pilihannya tinggal 10% – 20%," katanya.

Anda termasuk yang mana?

(van/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini