Puluhan Ribu Anak Diperdagangkan ke Luar Negeri

Puluhan Ribu Anak Diperdagangkan ke Luar Negeri

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 16:36 WIB
Jakarta - Selama 2003-2004 perdagangan anak dari Indonesia ke luar negeri jumlahnya mencapai 40.000-70.000 orang. Puluhan ribu anak itu diperdagangkan ke Taiwan, Hongkong, Eropa Timur, Singapura, Malaysia dan sejumlah negara lainnya. Menurut Sekjen Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait, angka itu menunjukkan kondisi yang mengerikan. Apalagi, masih ditambah sekitar 6700 pekerja seks Indonesia di Malaysia, dimana 4200 orang diantaranya berusia 14-17 tahun. "Perdagangan anak merupakan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan dan sudah sangat mengerikan. Kondisi tersebut mengancam anak-anak kita. Pemasalahan ini harus dimasukkan dalam prioritas program 100 hari pemerintahan SBY," ujarnya di Kantor YLBHI, Jl. Diponegoro, Jakarta, Kamis (2/12/2004). Aris mengungkapkan, puluhan ribu anak itu berasal dari kantong-kantong kemiskinan di sejumlah daerah diantaranya NTT, NTB, Jabar, Kaltim, Kalsel, Sumbar, Sumut dan Sultra. Sebelum dijual ke luar negeri, puluhan ribu anak itu transit melalui Batam, Balai Tanjung Karimun, Nunukan dan Entikong. Rute lainnya dari Bali melalui Jakarta, Bandung dan ke luar di pintu Batam. Menurut data Deplu AS, dari 2001-sekarang, Indonesa menduduki peringkat ke-3 setelah Afrika dan Kongo sebagai pemasok maupun tempat perdagangan anak di dunia. Keuntungan internasional dengan adanya perdagangan anak ini sekitar US$ 7 miliar. Sedangkan untuk Indonesia belum diperoleh angkanya. Namun diperkirakan mencapai puluhan juta dolar. "Yang terbaru saat ini sebanyak 30 anak pekerja seks disekap di ruko-ruko di Johor. Saat ini, keadaannya sedang ditangani kedutaan di Indonesia," katanya. Dikatakan Aris, awalnya mereka dijanjikan untuk bekerja di Malaysia namun ternyata hanya janji kosong. Usia rata-rata mereka di bawah 15 tahun. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads