Ratusan orang itu melakukan konvoi roda dua sejak pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA, menyisir Indomaret hampir di seluruh wilayah Samarinda. Penelusuran detikcom, mereka antara lain menyasar Indomaret di Jl KH Wahid Hasyim, Jl Pramuka, Jl Muhammad Yamin, Jl Ir H Juanda, Jl Pangeran Antasari, Jl RE Martadinata hingga Jl Gunung Merbabu.
Tidak hanya Indomaret, usaha waralaba sejenis Alfa Midi yang juga berada di Jl Pangeran Antasari, juga ditutup warga yang tengah berkonvoi. Praktis pasca kedatangan ratusan orang tersebut, keseluruhan toko terpaksa menutup operasionalnya.
Toko Indomaret di Jl KH Wahid Hasyim, menjadi yang terparah. Kaca etalase di toko tersebut dipecahkan orang-orang tersebut sehingga membuat ketakutan karyawan dan karyawati toko. Praktis kini toko tersebut tidak lagi beroperasi.
"Wah ramai, sangat ramai. Yang demo datang pakai motor, pecahin kaca toko. Yang cewek (karyawati) sampai ketakutan keluar toko," kata warga sekitar toko Indomaret di Jl KH Wahid Hasyim, Hasnah, kepada detikcom, Kamis (6/2/2014).
Hasnah sendiri menyayangkan adanya aksi anarkis dari oknum warga yang bukan tinggal di sekitar Jl KH Wahid Hasyim. Dia menilai kalau pun mungkin memprotes kehadiran Indomaret yang dinilai mematikan pedagang kecil, dilakukan secara sopan.
"Kalau mungkin protes Indomaret juga lokasinya berdekatan, ya nggak bagus juga kalau sampai memecahkan kaca. Yang kerja di toko itu kan juga lulusan-lulusan SMA atau mungkin kuliah sambil kerja toko. Setiap pagi ya buka jam 7. Habis didatangi orang-orang ya sekarang tutup," ujar Hasnah.
Salag seorang pemilik kios minuman ringan yang berjualan di halaman toko Indomaret Jl M Yamin, juga mengaku terkejut dengan aksi demo Indomaret.
"Saya juga mau jualan jam 1 siang tadi. Toko (Indomaret) tutup karena ada demo. Ya kita ikut saja karena saya menumpang listrik buat kios saya dari toko. Kalau sudah seperti ini, saya sudah tidak bisa jualan lagi," terang pemilik kios tersebut.
Sejumlah karyawan dan karyawati toko Indomaret di Jl Siradj Salman, sekitar pukul 14.30 WITA tadi juga terpantau menganggur. Toko ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
"Tadi ada polisi bilang tutup saja tokonya karena mau ada demo. Banyak, banyak sekali yang datang ke toko pakai motor. Kita ya jadi ketakutan gitu," kata salah seorang karyawati Indomaret di Jl Siradj Salman.
Aksi warga itu masih berlanjut. Hingga pukul 15.30 WITA, mereka masih menyasar waralaba moderen lainnya di kawasan Samarinda Seberang dan Palaran. Ratusan personel kepolisian berjaga-jaga di Balai Kota Samarinda Jl Kesuma Bangsa, menyusul rencana mereka akan berkumpul di Balai Kota menyampaikan protes kehadiran Indomaret.
(try/try)











































