"Ini lebih berpeluang menang dari Mega-Jokowi, tapi tentu baru mulus kalau PDIP meraih kursi di atas 20%," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada wartawan, Selasa (4/2/2014).
Nah situasi bisa sulit kalau PDIP gagal meraih 20% suara di Pemilu 2014. Karena harus koalisi dengan parpol lain, tentu saja mimpi mengusung capres-cawapres sendiri harus dibuang jauh-jauh.
"Kalau harus koalisi mungkin koalisi minta jatah cawapres," kata Qodari.
Internal PDIP dikabarkan mempersiapkan duet Jokowi-Puan ke Pilpres 2014. Namun rencana ini langsung ditolak dari kalangan PDIP Pro-Jokowi.
"Bila ada yang sempat berpikir capres dan cawapres dari satu partai, seperti keinginan mau mengecat langit atau ilusi politik yang sia-sia," kata Koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, dalam siaran pers, Selasa (4/2/2014).
(van/nrl)











































