Pantauan detikcom di lokasi, Senin (3/1/2014), tembok bercat hijau tersebut miring ke arah dalam sekolah dan tertahan oleh pohon-pohon. Ada beberapa titik tembok yang hancur. Karung-karung pasir yang ditumpuk di depan tembok tampak berjatuhan.
"Setelah tembok roboh, kira-kira 4 hari kemudian dipasang karung-karung pasir. Tapi ya setiap kali hujan besar sedikit, air masuk terus. Gak ngefek," kata petugas keamanan Kavling Agraria, Ali di Jl Inspeksi Agraria, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (3/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun-tahun sebelumnya, banjir bisa surut hanya dalam kurun waktu 1-2 jam. Namun di tahun ini, butuh waktu semalaman hingga banjir surut.
"Ini gara-gara proyek saluran air di Rawa Domba. Air di sini jadinya nggak bisa ngalir," keluh Ali.
Proyek yang dimaksud Ali adalah proyek gorong-gorong di Jl Rawa Domba yang bersimpangan dengan SD 08 Duren Sawit. Proyek yang dikerjakan oleh Sudin PU Jaktim tersebut sudah berlangsung sejak Desember 2013.
(jor/jor)










































