Ada sekitar lima polisi yang berjaga di Pemilik Rumah Susun Graha Cempaka Mas (PPRS GCM), Sabtu (1/2/2014) siang. Mereka datang menggunakan dua mobil sedan kepolisian.
"Kita sifatnya pengamanan saja. Paling nggak ada polisi di sini daripada ada sesuatu yang bagaimana," ujar petugas Polsek Kemayoran Aiptu Bambang Edy di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto sebelumnya mengatakan kisruh ini terjadi karena ada dualisme kepengurusan yang bernaung dalam Perhimpunan Pemilik Rumah Susun (PPRS) GMC. Segelintir orang hendak mengambil alih PPRS GMC dari kepengurusan yang sah.
"Ada bentukan PPRS baru yang dibentuk oleh Palmer Situmorang, sedangkan PPRS yang sah itu yang lama," kata Rikwanto tanpa menyebutkan alasan perpecahan tersebut.
Masing-masing PPRS ini kemudian mengerahkan ormas dari kelompok Ambon dan kelompok Front Betawi Rempug (FBR) untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya masing-masing.
"Polisi posisinya menengahi, jangan sampai terjadi bentrokan fisik," tuturnya.
(dha/)










































