"Itu bagus kayak US, kita ingin membangun ITS (Integrated Transportation System) kan. Karena kalau dari ITS si petugas yang lihat situasi di lapangan kadang-kadang dia lihat di CCTV, kalau dia nggak lihat dia nggak bisa buat garis kan antar titik satu dengan titik lain?" kata Ahok.
Ahok mengatakan hal itu usai menerima PT TerralogiQ Integrasi Solusi, partner Google di Jakarta, Indonesia di kantornya Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2014). Pertemuan itu membahas mengenai data-data geospasial Google yang bisa terintegrasi dengan masalah-masalah perkotaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya nanti juga berencana mengintegrasikan data geospasial Google itu dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Termasuk masalah daerah-daerah yang banjir.
"Jadi kita bisa tahu kelurahan ini berapa. Terus kalau memang ada banjir, banjirnya di mana aja itu bisa kita masukin sesuai kebutuhan. Tapi harus bayar, beli software-nya kira-kira US$ 500 ribu, terus tiap tahun bayar pelatihan dan pemeliharaan itu 15 persen. Tapi semua data terintegrasi," tutur dia.
Namun, pihaknya masih mempertimbangkan dan melihat-lihat katalog untuk software mana yang akan dibeli dan diaplikasikan Pemprov DKI.
"Nah kita masih harus lihat katalog kita juga mesti beli software segala macam," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
(nwk/mad)











































