"Karen memang diminta oleh Rudi untuk urunan ke DPR. Nah Karen itu nggak mau. Karena saya sudah bilang nanti celaka. Memang dia diminta, tapi tidak dikasih," ungkap Dahlan usai rapat di kantor pusat Perum Damri Jalan Matraman, Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Ungkapan Dahlan ini membantah kabar yang santer terdengar jikalau Karen menjadi salah satu Bos BUMN yang ikutan memberikan THR ke DPR. Ia mengaku mengetahui ucapan Rudi dari pemberitaan media.
Dahlan sama sekali tidak mempercayai perihal tersebut dan mengaku kasihan terhadap Karen. "Kasihan namanya Karen. Waktu saya baca ada Dirut BUMN yang besar sektor energi. Terus terang saya nggak percaya. Karena saya sampaikan itu tidak boleh begitu," jelasnya.
Praktik permintaan THR menurut Dahlan sudah berlangsung cukup lama di BUMN. Ia juga merasakan saat menjadi pimpinan di PT PLN.
"Karena dulu pas jadi Dirut PLN saya diminta juga untuk urunan. Memang diminta dan dulu di Dirut PLN memang ada permintaan seperti itu. Tapi saya nggak mau," ujarnya.
"Saya begitu jadi Menteri, saya ingatkan semua Dirut BUMN untuk tidak melakukan itu. Karena akan begini begini. Karena saya mengalami waktu jadi Dirut PLN. Makanya saya ingatkan," tutup Dahlan.
(dru/ndr)











































