Rumah Wartawan di Bojong Gede Dirampok, Korban Ditodong Golok

Rumah Wartawan di Bojong Gede Dirampok, Korban Ditodong Golok

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 20 Jan 2014 13:18 WIB
Jakarta - Rumah wartawan Jurnal Nasional, Fransiskus Saverius Herdiman di Perum Duren Baru Permai Blok BIV, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Depok, disatroni kawanan perampok. Fery, sapaan korban, sempat ditodong golok oleh pelaku yang berjumlah 2 orang itu.

Fery menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/1/2014) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Fery sedang tertidur lelap setelah berbaring di tempat tidur pada pukul 00.00 WIB. Malam itu, hujan cukup deras di perumahan tempat tinggal Fery. Ia kemudian dikejutkan dengan suara berisik di dalam kamarnya.

"Saya malam itu tidur, pintu semua sudah saya kunci. Saya hanya sendirian. Tiba-tiba saya terbangun, dan dua orang pria masuk ke dalam kamar," kata Fery saat dihubungi wartawan, Senin (20/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan 'tamu tak diundang', Fery pun spontan berteriak. Salah seorang pelaku langsung menodongkan senjata golok ke lehernya. Pelaku lainnya kemudian menyuruh temannya untuk membunuh Fery.

"Kita bunuh saja, bunuh saja kata orang itu," ucap Fery menirukan pelaku.

Sesaat Fery berpikir, bahwa dirinya tengah menjadi sasaran pembunuhan. Dalam keadaan shock, Fery pun segera meminta ampun kepada pelaku.

"Saya pikir saya mau dibunuh karena menulis (berita) apa. Lalu saya bilang 'saya mohon jangan bunuh saya'," kata dia.

Kedua pelaku kemudian menyuruh Fery untuk tidak berteriak. Setelah itu, salah satu pelaku kemudian mengacak-acak lemari dan seisi rumahnya. Sementara satu pelaku lainnya, terus menodongkan golok kepada Fery.

"Dia bilang 'jangan berteriak, kalau berteriak nanti kami habisin kau'. Salah satunya kemudian buka lemari, lalu mengambil barang-barang saya," jelasnya.

Pelaku kemudian mengambil laptop yang ada di dalam kamarnya, 2 unit BlackBerry, arloji dan 1 buah tablet Samsung. Selain itu, pelaku juga mengambil dompet berikut celana jins Fery yang didalamnya berisikan dompet tersebut.

"Di dalam dompet itu ada KTP, ada 2 buah kartu ATM Bank BNI dan BRI, serta kartu kredit di dompet khusus," ungkapnya.

Usai merampas barang-barang Fery, pelaku kemudian melarikan diri. Sebelum keluar dari rumahnya, pelaku sempat 'berpesan' kepada Fery.

"Kami mau pergi, awas jangan teriak. Kalau teriak, kami habisin kamu," kata Fery menirukan lagi ucapan pelaku.

Fery pun berdiam diri di dalam kamar selama 5 menit. Setelah itu, ia langsung pergi ke rumah tetangganya menceritakan peristiwa perampokan yang ia alami. Karena masih shock, Fery malam itu tidak berani tidur di rumahnya. Ia lalu menginap di rumah saudaranya yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut.

Pada Minggu pagi, Fery kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bojong Gede. Laporan Fery diterima Polsek Bojong Gede dengan nomor laporan STPL/29/K/I/2014/PMJ/RESTA DEPOK/SEK. Bojonggede.

Setelah laporannya diterima, Fery ditemani anggota Polsek Bojong Gede kembali ke rumahnya untuk melakukan olah TKP. Dari olah TKP terlihat, pelaku masuk ke rumahnya setelah mencongkel jendela bagian belakang rumahnya. Pelaku kemudian masuk lewat pintu belakang setelah mengambil kunci yang digantung dekat jendela.

"Sepertinya mereka ambil kunci pintu menggunakan ranting lewat jendela. Karena ada daun di dekat pintu saya lihat," ucapnya.

Di rumahnya juga terlihat bekas telapak kaki pelaku yang kotor. Pelaku diduga masuk ke rumah Fery lewat jalan perkampungan. Letak rumah Fery berada di hook, paling belakang yang dekat dengan perumahan penduduk. Belum ada pagar pembatas antara perumahan tempat Fery tinggal dengan perkampungan penduduk.

"Hanya dibatasi kali kecil saja. Orang-orang kampung juga suka lewat situ. Dan tempat saya itu memang sepi, karena berada di belakang," pungkasnya.

(mei/rmd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads