"Kita harus belajar seperti Jepang, selama masih seperti ini ya akan seperti ini.
Di Jepang, sejak bayi lahir sampai meninggal kehidupan dia dikaitkan dengan bencana, sudah jadi perilaku sehari-hari," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwon Nugoroho.
Hal itu disampaikan usai diskusi tentang 'Bencana dan Kita' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan di mall-mall juga dijual (makanan) yang bisa digunakan 3 bulan," ujarnya.
Sutopo mengatakan, tak hanya menyiapkan untuk keperluan evakuasi, tapi kemampuan bertahan masyarakat Jepang dalam bencana juga patut dicontoh. "Di sana 80 persen ketika bencana maka hari ke-1 sampai 3 mereka tangani sendiri, di kita belum," ucapnya.
Sementara, Manager Penanganan Bencana WALHI Nasional, Mukri Friatna, menyebut jika manusia tak mampu menghadapi bencana maka manusia harus bersahabat dengan bencana sejak awal.
"Di Sungai Musi, sungainya sangat besar tapi masyarakat bisa hidup di tengah sungai. Begitu juga di Sungai Barito, sungainya besar dan masyarakat hidup di sana. Tapi nggak pernah ada banjir di sana. Mereka bersahabat dengan alam," ucap Mukri.
(bal/)











































