"Untuk pembuatan dokumen pemberangkatan untuk TKI masih dalam penyelidikan, kami sedang gali pembuatannya di mana. Ada indikasi keterlibatan orang dalam untuk pembuatan dokumen itu," ucap penyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Putu, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/1/2014).
Para calon TKI ini diamankan saat cek in di Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 3 Januari 2014 lalu. Mereka berhasil lolos ke tempat cek in di Terminal 2D Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta karena memiliki dokumen seperti Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) serta verifikasi BNP2TKI, yang ternyata dipalsukan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tersangka K dan AAS yang diamankan polisi, sengaja memalsukan dokumen tersebut untuk melancarkan perjalanan para calon TKI itu.
"Yang asli tiket pesawat dan visa untuk diberangkatkan ke Timur Tengah. Mereka sudah sampai di Soekarno-Hatta sedang check in dan langsung diamankan petugas," kata Rikwanto.
Rikwanto menambahkan, para calon TKI ini belum mendapatkan penempatan yang jelas di Abu Dhabi. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pembantu, lewat sponsor di Abu Dhabi.
"Yang mereka lakukan yang penting bekerja dulu, nanti majikan disana tempat mereka bekerja atau nanti akan ada yang menampung disana," imbuh Rikwanto.
Sementara tersangka AAS dan K sendiri sudah melakukan kegiatan ilegal ini sejak tahun 2011. "Ada yang sudah diberangkatkan dan nanti melackanya bersama BN2TKI untuk mengetahui negara yang dituju," tutur Rikwanto.
Direktur Pengamanan dan Pengawasan BNP2TKI Bambang Purwanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan soal adanya dugaan keterlibatan orang dalam yang terlibat dalam kasus ini.
"Saya belum bisa banyak bicara, karena masih dalam penyelidikan," ucap Bambang.
Sementara Bambang mengapresiasi petugas kepolisian yang menggagalkan upaya pemberangkatan para calon TKI ilegal ini. Setelah polisi mengamankan para calon TKI ini, baru diketahui bahwa KTKLN dan verifikasi BNP2TKI dipalsukan.
"KTKLN dinyatakan palsu karena, kalau asli kartu yang dimaukan ke alat yang di bandara keluar identitasnya, mulai dari nama, alamat, pengguna, tujuan terdeteksi. Namun ini tidak muncul. Kami masih mengungkap kartu palsu tersebut. Biasanya ada nomer register dan ini masih dicari, apakah asli atau palsu," jelas Bambang.
Bambang mengatakan, pihaknya juga masih menyelidiki keaslian kartu asuransi yang dipegang para calon TKI ini. "Tapi kalau dilihat KTKLN ini terlihat asli," ucap Bambang.
Bambang menengarai, tersangka pembuat dokumen palsu ini ada di luar negeri. "Tapi apakah tsk ada di luar negeri, menurut informasi ada di Abu Dhabi. Kita akan kerjasama ke sana untuk melakukan penangkapan pada aktor intelektualnyan," tutur Bambang.
(mei/tor)











































