Modifikasi Cuaca Tiru Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Awan

Modifikasi Cuaca Tiru Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Awan

- detikNews
Selasa, 14 Jan 2014 15:05 WIB
Modifikasi Cuaca Tiru Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Awan
Foto: Pesawat Hercules Penyemai NaCH (David/detikcom)
Jakarta - Ternyata teknologi modifikasi cuaca dipelajari BNPB, TNI AU dan BPPT dari alam. Mereka belajar dari kebakaran hutan yang asapnya membumbung tinggi ke langit akan mengganggu terciptanya awan hujan.

"Saat kebakaran hutan cenderung di atasnya tidak ada awan karena partikel halus yang mengganggu terciptanya awan," kata Kepala UPT Hujan Buatan BPPT Heru Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014).

Sehingga tercetuslah ide penyemaian NaCH atau garam di dalam awan sehingga tak menjadi awan hujan. Penyemaian ini menggunakan pesawat Hercules yang saat ini sedang melakukan tugasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di darat, terdapat 20 titik tempat beroperasinya Ground Base Generator (GBG) yang melepaskan partikel halus untuk menyaingi pembentukan awan hujan. Lalu ada pohon flare yang juga berfungsi sama dengan GBG.

"Pagi hari menghidupkan pohon flare dan generator. Lalu awan-awan menggunakan jump process yaitu penyemaian garam di awan," kata Heru.

Indonesia tidak sendirian menerapkan teknologi ini, seperti Rusia yang menggunakan Sukhoi untuk menabur garam dan China menggunakan meriam yang ditembakkan ke awan.

"Tahun lalu ini bisa mengurangi curah hujan hingga 35 persen. Di Indonesia ini untuk mengurangi curah hujan, khususnya Jakarta," kata Heru.

Setelah Pemprov DKI menyatakan status siaga darurat banjir, anggaran Rp 20 miliar disiapkan untuk modifikasi cuaca di atas Jabodetabek. Walau anggaran Pemprov DKI masih tersendat di DPRD DKI, BNPB menalangi lebih dahulu sehingga kegiatan ini bisa terlaksana sekarang.

(/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads