Persidangan Wilfrida, Tetangga dan Anak Majikan Jadi Saksi Meringankan

Persidangan Wilfrida, Tetangga dan Anak Majikan Jadi Saksi Meringankan

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 14 Jan 2014 07:01 WIB
Persidangan Wilfrida, Tetangga dan Anak Majikan Jadi Saksi Meringankan
Wilfrida
Jakarta - Persidangan TKW yang terancam mati di Malaysia, Wilfrida Soik, terus bergulir. Tujuh saksi meringankan keterangannya kembali dihadirkan ke persidangan.

Di antara dua saksi yang dihadirkan adalah tetangga korban, Ong Ching Pen, dan anak korban, Lee Che Kiong atau Akiong. Pengacara Wilfrida Tan Sri Mohammed Shafee Abdullah yang meminta keduanya kembali didengarkan kesaksiannya.

Pengacara kondang negeri jiran yang khusus disewa Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto untuk membela Wilfrida ini mencecar Akiong soal perlakuan korban, Yeap Seok Pen (60), kepada Wilfrida. Tan Sri menyebut Wilfrida diperlakukan dengan tidak laik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tan Sri menyebut Wilfrida sudah ditampar oleh Yeap pada hari kedua bekerja. Gadis asal Belu, NTT, itu juga disebut sering dimarahi dan dipukul selama bekerja.

Selain itu, Tan Sri juga menyebut penyakit parkinson yang telah diderita Yeap selama 7 tahun menjadi pemicu penyiksaan terhadap Wilfrida. Sebab, menurut Tan Sri, penyakit itu membuat Yeap menjadi lebih emosional.

Semua tudingan Tan Sri dibantah oleh Akiong. Namun ada beberapa hal yang tak bisa dijelaskannya. Melihat jawaban Akiong, Tan Sri semakin yakin bisa membebaskan Wilfrida dari tiang gantungan.

"Ada beberapa hal yang disebutkan saksi tak sesuai fakta. Oleh karenanya kami yakin bisa membebaskan Wilfrida dari hukuman mati," ujar Tan Sri dalam siaran pers yang diterima redaksi dari Gerindra, Selasa (14/1/2014).

Pada persidangan kali ini Prabowo Subianto, yang biasanya hadir ke persidangan, tak datang. Namun eks Danjen Kopassus itu telah mengutus keponakannya yang juga pengurus Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, untuk menemani Wilfrida.

Hadir langsung di persidangan di Kota Bharu, Kelantan, Saraswati optimistis Wilfrida bisa dihindarkan dari hukuman mati. Namun, selain menyelamatkan Wilfrida, ada hal yang menurutnya juga penting untuk dilakukan, terutama oleh pemerintah, yaitu mencegah kasus serupa Wilfrida terulang lagi.

"Perhatian pemerintah sangat diperlukan dan perhatian itu harus menyeluruh mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat. Karena kasus Wilfrida ini sudah menjadi keprihatinan bangsa, dan jangan terulang lagi," kata Saraswati dalam siaran pers yang sama.

Saraswati yang selama ini aktif memperjuangkan pergerakan anti perdagangan manusia dan perbudakan modern menyebut Wilfrida sebagai korban perdagangan manusia. Dia berharap ke depannya pemerintah bica mencegah timbulnya korban serupa Wilfrida.

"Mereka memerlukan pendampingan yang serius bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari masyarakat yang peduli. Dan kami atas inisiatif pak Prabowo juga sudah berbuat yang terbaik untuk Wilfrida," paparnya.

Menurut Saraswati, korban perdagangan manusia berasal dari kalangan muda dengan keluarga yang tingkat perekonomiannya sangat lemah. "Oleh sebab itu, pemerintah harus mencari jalan keluar untuk kesejahteraan rakyat. Kalau tidak dilakukan, kejadian akan terus berulang," ujarnya.

(tor/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini