Hawk TNI Rusak di Bagian Hidrolik

Penerbangan Komersial Terganggu

Hawk TNI Rusak di Bagian Hidrolik

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 14:51 WIB
Pekanbaru - Hawk 200 milik TNI AU Pangkalan Udara di Pekanbaru mendarat darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Penyebabnya, sistem hidrolik pesawat tempur itu mengalami kerusakan.Komandan Pangkalan Udara Pekanbaru Kol (Penerbang) R Hadi Muljono mengungkapkan hal itu kepada detikcom di ruang kerjanya, Senin (29/11/2004). Dijelaskan, ketika peristiwa itu berlangsung, pesawat naas itu tengah menggelar latihan rutin bersama tiga pesawat tempur lainnya. Sekitar pukul 09.24 WIB, keempat pesawat tersebut take off dari Bandara SSK Pekanbaru.Pada pukul 09.28 WIB, satu pesawat yang diterbangkan Kapten Jajang melapor pada petugas tower TNI AU bahwa sistim hidrolik tidak berfungsi. Akibatnya, bagian roda pesawat tidak bisa keluar serta rem udara pesawat juga tidak berfungsi. "Kita sudah koordinasi agar pilot agar mendarat darurat sesuai dengan prosedur. Tapi hal itu pun tidak bisa dilakukan karena seluruh fungsi hidrolik mengalami kerusakan," kata Hadi Muljono. Karena prosedur yang telah ditetepakan tidak bisa dilakukan, akhirnya pilot mendapat perintah untuk menghabiskan bahan bakar sebanyak 2.100 liter yang ada di tubuh pesawat tersebut. Padahal dalam latihan, biasanya pesawat hanya mengudara selama satu jam.Karena kondisi darurat, akhirnya pesawat itu harus mengudara selama 1,5 jam untuk menghabiskan bahan bakarnya. Setelah bahan bakar tersisa sekitar 150 liter, selanjutnya pesawat buatan Inggris tahun 1996 itu dipersilakan mendarat darurat tanpa roda pada pukul 10.59 WIB. Pengosongan bahan bakar itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran.Ketika mendarat, pesawat tergelincir dengan mengeluarkan api yang disebabkan gesekan badan pesawat ke aspal sepanjang 600 meter. "Pilot dalam kondisi selamat," kata Hadi. Sekiatr 30 menit setelah kejadian, tubuh pesawat sial itu ditarik ke hanggar pangkalan TNI AU. Danlanud Pekanbaru juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Sebab, dengan peristiwa itu telah menyebabkan penerbangan komersial terhambat selama dua jam."Kami juga mohon maaf karena telah terjadi keterlambatan pesawat komersial di Bandara SSK Pekanbaru. Siapa pun orang yang normal, pasti bisa memaklumi kondisi itu," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads