Ketua MPR Hadiri Deklarasi Pendidikan Nasional
Senin, 29 Nov 2004 13:58 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menghadiri acara deklarasi nasional 'Pendidikan adalah Ibadah' yang ditandatangani 24 tokoh agama dan masyarakat.Deklarasi yang diselenggarakan Yayasan Sekolah Rakyat digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (27/11/2004). Tokoh agama dan masyarakat yang menandatangani deklarasi tersebut diantaranya, Ahmad Satori Ismail dari Ikatan Dai Indonesia, Jumari Ismanto dari PP Muhammadiyah, Natan Setiabudi dari Persekutuan Gereja Indonesia, Paulus Wirutomo tokoh Katholik, Sularso Sopater, I Nengah Suwanda serta anggota DPR, yakni Iwan Prayitno dan Mustafa Kamal Musoli.Deklarsi berisi dua butir, Pertama, pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan masyarakat adalah kegiatan yang bernilai wajib dan mulia serta bernilai ibadah untuk kepentingan dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, agama menganjurkan umat meningkatkan peran serta dalam pendidikan.Kedua, selain memberikan kecerdasan dan keterampilan, pendidikan juga menumbuhkan kekuatan iman bagi anak didik agar menjadi manusia yang cerdas dan berakhlaq mulia yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, perlu ditingkatkan peran serta bagi pendidikan.Dalam kesempatan itu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid berharap deklarasi pendidikan ini dijadikan momentum bagi Presiden SBY dan aktivis pendidikan untuk lebih serius menangani pendidikan."Kegiatan ini bukan hanya dilihat dari moral tetapi akan menjadi bagian yang akan ditindaklanjuti dengan kebijakan mengacu pada UUD 1945 terkait pendidikan, telah menekankan pentingnya iman dan taqwa tinggal bagaimana masyarakat mengapresiasikan dalam bentuk kegiatan yang mengigatkan publik," kata Hidayat."Untuk presiden SBY, karena dia baru bekerja ini merupakan momentum yang baik mengingatkan beliau dan aktivis pendidikan untuk menangani pendidikan lebih serius dan membuat pendidikan utuh dan terpadu dan tidak perpisah antara sosial, teknologi dan agama. Dengan itu diharapkan akan memberikan nilai yang kokoh untuk mengeluarkan Indonesia dari krisis," lanjutnya.
(aan/)











































