Rusuh Bojong, Ditemukan Bukti di Sebuah Perusahaan

Rusuh Bojong, Ditemukan Bukti di Sebuah Perusahaan

- detikNews
Senin, 29 Nov 2004 12:43 WIB
Jakarta - Siapa otak intelektual di balik rusuh TPST Bojong, pekan lalu? "Itu urusan polisi," jawab Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Namun, Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Slamet Limbong, secara tidak langsung menunjuk sebuah perusahaan. "Ada bukti-bukti yang ditemukan di salah satu perusahaan. Ada tulisan 'darah darah'," kata Slamet dalam jumpa pers di Balaikota DKI, Jl.Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (29/11/2004).Ketika didesak apakah perusahaan yang dimaksudnya adalah sebuah perusahaan pengembang/real estate, Slamet enggan menjawab. "Itu urusan polisi," kilahnya. Sutiyoso juga berharap aparat keamanan dapat mengusut tuntas peristiwa Senin pekan lalu di kawasan Bojong dengan menangkap para pelaku dan mengungkap aktornya.Agustus lalu, Sekda Kabupaten Bogor Yuyun Muslihat juga tidak menutup kemungkinan bahwa persaingan bisnis adalah salah satu penyebab munculnya gejolak penolakan masyarakat atas pendirian TPST Bojong, Desa Bojong Kec. Klapanunggal Kab. Bogor."Mungkin pihak pengembang khawatir bahwa dengan adanya TPST yang dikelola PT WGS itu akan menurunkan nilai jual dari perumahan yang mereka bangun, apalagi sekarang bisnis properti memang lagi menurun," ujar Yuyun.Lebih lanjut Sutiyoso juga menekankan PT WGS sebagai pengelola TPST akan terus beroperasi. Apakah Anda menjamin PT WGS akan bisa melakukannya? tanya wartawan pada Sutiyoso "Itu daerah orang lain, saya di sini hanya sebagai pengguna jasa,"jawabnya.Lalu mengapa DKI Jakarta tidak menggunakan lahan di DKI Jakarta sebagai tempat pengolahan sampah? "Kita sudah tidak punya lahan lagi," keluh Sutiyoso.Dirut PT WGS Sofyan Hadiwijaya yang turut hadir dalam jumpa pers menyatakan bahwa pihaknya telah minta pengamanan pada Kapolres Bogor. "Kita juga menunggu hasil olah TPK polisi," katanya. (nrl/)


Berita Terkait