Hasyim Tepis Semua Tudingan Miring Soal Muktamar NU
Senin, 29 Nov 2004 12:33 WIB
Boyolali - Gempuran tudingan miring soal keuangan muktamar NU, penjegalan pencalonan Gus Dur, dan pembahasan persoalan kemasyarakatan, tidak membuat Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi resah. Baik dalam LPJ maupun dalam wawancara, dengan kalem ia menyatakan tudingan itu tidak berdasar."Setiap bulan, PBNU menghabiskan Rp 129 juta. Dana itu dipergunakan untuk acara-acara internal PBNU dan dana administrasi. Kami ada buktinya. Selain itu, PBNU juga menganggarkan dana untuk kegiatan-kegiatan bagi warga nahdliyin yang jumlahnya tidak sedikit," kata Hasyim Muzadi saat membacakan LPJ di hadapan seribuan peserta muktamar di Donohudan, Boyolali, Senin (29/11/2004).Hasyim juga mengatakan, PBNU periode 1999-2004 memberikan sirkah (sumbangan) dari sisa keuangan sebesar Rp 5 miliar. Dana itu akan dialokasikan untuk pengurus PBNU periode selanjutnya. "Semoga saja dana itu bisa dimanfaatkan dengan baik," harapnya.Hasyim juga menepis bahwa kepemimpinannya tidak menghasilkan apa-apa. Mantan cawapres pasangan Megawati ini menegaskan, selama 5 tahun dia bersama seluruh pengurus telah bahu-membahu mengangkat harkat dan martabat NU di mata dunia internasional. PBNU sering mengutus anggotanya ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah."Beberapa pengurus kami kirimkan ke luar negeri. Mereka mengenalkan betapa besarnya kualitas warga NU. Mereka juga belajar tentang keislamanan. Kata orang sana (Timur Tengah), sekarang Islam bukan milik mereka tapi menuju Indonesia," terangnya dengan disambut tepuk gemuruh peserta muktamar.Pembacaan LPJ berakhir pada pukul 11.45 WIB. Said agiel Siradj yang menjadi moderator menyatakan acara pemandangan umum akan dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB seusai ceramah dan dialog dengan Mendagri. Muktamirin diminta istiqomah dalam menyikapi LPJ tersebut.Soal Calon Ketua Hasyim yang dijagokan kiai-kiai poros Lirboyo Kediri itu menyatakan sampai saat ini dirinya belum mau membincangkan soal calon ketua. Menurut dia, pembicaraan ke arah sana akan ada waktunya sendiri."Belum-belum. Nanti kan ada waktunya. Ini belum apa-apa. Sampean saja yang ribut-ribut sendiri," katanya usai pembacaan LPJ.Ketika didesak dengan pertanyaan penjegalan Gus Dur, Hasyim menyatakan tidak ada upaya untuk menjegal seseorang. Yang penentu dalam arena muktamar bukan dirinya, tapi para muktamirin. Jadi semua tergantung pada pendapat peserta muktamar."Masya Allah tadi kan sudah saya katakan. Ya seperti itu. Nanti saja kita lihat," demikian Hasyim sambil meninggalkan kerumunan wartawan yang terus mengejarnya.
(asy/)











































