Alasan Ekonomi, TKW di Malaysia Ini Malah jadi Bos Narkoba

Alasan Ekonomi, TKW di Malaysia Ini Malah jadi Bos Narkoba

Andri Haryanto - detikNews
Jumat, 10 Jan 2014 08:12 WIB
Jakarta -

MS (42), TKW asal Lampung yang bekerja di Malaysia ditangkap petugas BNN dan Polis Diraja Malaysia karena dugaan penyelundupan narkoba dari negeri Jiran ke Indonesia. Usut punya usut, MS merupakan perekrut kurir untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Pengungkapan bermula dari tertangkapnya tersangka AAN pada 24 Desember 2012 lalu di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), oleh petugas Bea Cukai setempat. 3,7 Kilogram heroin disita dari tangan tersangka. Hasil interograsi petugas, barang haram itu didapat dari seorang TKW berinisial MS yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia.

21 Oktober 2013 petugas Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundukan 1,66 Kg sabu di Pelabuhan Internasional Batam Center yang dibawa oleh seorang perempuan berinisial DR. Sabu dikemas dalam delapan bungkus plastik. Sabu tersebut ternyata juga berasal dari MS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aparat selanjutnya berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk mencokok MS. Usaha tersebut pun berbuah hasil manis. MS dideportasi ke Indonesia karena pelanggaran keimigrasian.

Hasil investigasi petugas, diketahui MS tidak hanya dua kali melakukan penyelundupan narkotika. Tahun 2012 lalu, MS mengirim 750 gram sabu melalui tersangka Shari dan di 2013 MS mengirim sabu empat kali melalui tersangka AAN, dan dua kali melalui DR.

"MS ini kerja jadi pengatur kurir karena tekanan ekonomi," kata Direktur Tindak Kejar BNN, Kombes Jan de Fretes melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (10/1/2012).

Keterangan dari MS, barang-barang haram tersebut didapat dari seorang warga negara Afrika melalui rekannya yang juga seorang TKW. MS sendiri memiliki seorang suami berkewarganegaraan Nigeria. Dari pernikahannya itu, dia dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 4 bulan.

"Suaminya beberapa bulan yang lalu pergi ke Nigeria dengan alasan untuk mengurus bisnisnya yang sedang bermasalah. Dan sampai saat MS ditangkap belum ada kabar beritanya," kata Jan.

(ahy/tor)


Berita Terkait