Menlu Iran Sebut AS Mengemis untuk Lanjutkan Negosiasi

Menlu Iran Sebut AS Mengemis untuk Lanjutkan Negosiasi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2026 17:56 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP/ATTA KENARE)
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP/ATTA KENARE)
Teheran -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) "mengemis" untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Araghchi pun menegaskan bahwa Teheran tidak sedang melakukan negosiasi dengan Washington beberapa waktu terakhir, setelah AS terus mengklaim sebaliknya.

Pernyataan tersebut, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (11/8/2026), disampaikan Araghchi dalam konferensi pers yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.

Araghchi, dalam konferensi pers tersebut, awalnya menyinggung soal pernyataan lama Presiden AS Donald Trump pada awal perang ketika dia menuntut "penyerahan diri tanpa syarat" dari Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden AS menulis dua kata (di media sosial) pada awal perang: 'Penyerahan diri tanpa syarat'," kata Menlu Iran tersebut.

Namun kini, kata Araghchi, AS yang "mengemis" kepada Iran untuk melanjutkan negosiasi yang terhenti akibat pertempuran yang kembali berkobar beberapa waktu lalu.

"Itulah yang mereka inginkan dari kami, dan 20 hari kemudian, musuh yang sama justru mengemis untuk negosiasi," sebutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi setelah dua hari lalu menegaskan bahwa Iran tidak sedang melakukan negosiasi atau perundingan dengan AS. Dia mengatakan bahwa tidak akan ada negosiasi selama Washington terus melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati dengan Teheran.

"Saat ini, kami tidak sedang melakukan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," tegas Araghchi dalam pernyataannya, seperti dilansir Iran International.

Dia mengakui bahwa kedua negara hanya saling bertukar pesan melalui para mediator konflik. Menurut Araghchi, para mediator terus berupaya mencari jalan untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti.

"Iya, pesan-pesan memang saling disampaikan melalui pihak mediator. Itu bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan. Pihak mediator masih berupaya menciptakan kondisi agar negosiasi dapat dimulai kembali," ucap Menlu Iran tersebut.

"Dari perspektif kami, selama pelanggaran atau ketidakpatuhan belum berakhir dan selama Amerika Serikat belum memberikan kompensasi atas pelanggaran atau kegagalan mereka dalam mematuhi nota kesepahaman, tidak ada kemungkinan untuk memulai kembali negosiasi," tegas Araghchi.

Lihat juga Video Trump Diam-diam Pindah Pesawat Pakai Truk Katering di Turki gegara Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait