General Manager Angkasa Pura I Priyo Jatmiko mengatakan aspal yang ambles tersebut tidak besar, hanya sedalam 5 cm dan lebar 20 cm. Namun karena beban dari pesawat dan isinya, menyebabkannya tidak bisa bergerak saat push back.
"Terjadi saat pesawat mundur dan akan maju lagi, tepatnya pukul 10.10 WIB. Bayangkan saja bahan bakar 800 ton, penumpang 180 orang, kargo 1,5 ton, belum lagi berat pesawat itu sendiri," kata Priyo di kantornya, Rabu (8/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilaksanakan recovery pukul 11.45 WIB. Diawali pengurangan beban penumpang dan kargo yang termuat diturunkan. Alhamdulillah semua berjalan baik. Dan bisa take off lagi 12.30 WIB," ujarnya.
Peristiwa tersebut, lanjut Priyo, tidak mengganggu jadwal penerbangan lain. Sementara itu, pihak manajemen bandara masih melakukan perbaikan terhadap apron yang ambles. Dari pantauan detikcom, apron yang berada di sebelah barat dekat dengan ruang VIP itu masih terlihat sedikit bergelombang.
"Pekerjaan dilakukan sejak tadi sampai malam. Insya Allah besok sudah bisa digunakan," tegasnya.
Menurut Wikipedia, apron adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk parkir, pelataran pesawat digunakan untuk mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang, dan mengisi penumpang pesawat terbang. Pelataran pesawat berada pada sisi udara (airport side) yang langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway) yang menuju ke landas pacu.
(alg/nrl)











































