"PKS paling rajin membuat dokumentasi tentang platformnya. Paling bawah Partai Gerindra," ucap peneliti UI doktor Aziz SR dalam diskusi yang digelar Center for Election and Political Party (CEPP) bersama PK di Kampus UI, Depok, Selasa (7/1/2013).
Dalam kesempatan itu hadir duduk di meja depan Presiden PKS Anis Matta dengan setting ruangan seolah sidang disertasi. Hadir juga di bangku belakang Sekjen PKS Taufik Ridlo dan ketua DPP Jazuli Juwaini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PKS begitu kritis, jelas semangat melakukan pembaharuan keinginannya tergambar dengan baik. Tapi di buku ini tidak ada kritik terhadap pemerintah. Apa jangan-jangan 2014 mengecak kekuasaan sehingga kekritisan terhadap penguasa berubah," imbuhnya.
Menurut Aziz, meski dalam pendokumentasian dan semangat pembaharuan PKS adalah partai paling baik, namun secara substansi platform PKS dibuat dalam capaian yang pendek.
"Menjelang 2004, menjelang Pemilu 2009 dan sekarang ini menjelang 2014. Ada hal yang tidak konsisten. Saya bayangkan PKS terlalu cepat berubah (platformnya-red)," ujarnya.
Peneliti lainnya, doktor Reni Suwarso menilai platform PKS memberikan alternatif yang menarik bagi rakyat. PKS dinilai punya warna platform yang kontras dibanding partai lainnya.
“Kehadiran PKS di perpolitikan Indonesia ini bagus karena memberikan alternatif yang berbeda dalam spektrum partai politik di Indonesia,” kata doktor Reni Suwarso.
Sementara Doktor Azizah Aziz mengkritisi juga soal capaian PKS yang dinilai terlalu cepat. Mestinya platform partai dibangun untuk capaian yang panjang.
"Di halaman 11, paradigma PKS ini mengatakan hobinya menanam jamur 5 bulan daripada menanam jati 5 tahun. Maunya cepat kaya, serba instan, mbok ya sabar dikit," ujar doktor Azizah Aziz.
"PKS sudah mengambil hati semua orang. Saya mohon bagian ini dibuang saja," imbuhnya memberi masukan.
(bal/gah)











































