4 Barang 'Berharga' Ini Ditemukan di Markas Teroris Ciputat

4 Barang 'Berharga' Ini Ditemukan di Markas Teroris Ciputat

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 14:20 WIB
4 Barang Berharga Ini Ditemukan di Markas Teroris Ciputat
Jakarta -

Malam tahun baru di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, ramai suara letusan. Bukan kembang api, melainkan tembakan. 6 Terduga teroris tewas setelah baku tembak dengan polisi selama 9 jam.

Penggerebekan tersebut merupakan rangkaian dari penangkapan Anton alias Septi di sebuah warnet di Kemranjen, Banyumas, Senin (30/12/2013). Berdasarkan keterangan Anton, personel Densus 88 dan tim lainnya bergerak ke Ciputat. Awalnya, mereka menduga hanya ada 3-4 orang di dalam rumah yang letaknya terpisah dari permukiman warga. Setelah baku tembak baru diketahui bahwa penghuni 'markas' itu 6 orang.

6 Terduga teroris yang ditembak mati adalah Dayat 'Kacamata' alias Hidayat alias Daeng, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi, Edo alias Amril. Saat ini, jenazah mereka berada di RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi dan diidentifikasi lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa barang bukti di markas tersebut. Selain pistol, golok, dan barang-barang kecil lainnya, berikut barang 'berharga' yang ditemukan polisi.

1. Surat Wasit

Seorang perwira polisi mengungkapkan di lokasi penggerebekan ditemukan secarik kertas berisi tulisan tangan. Belum diketahui siapa penulis 'surat wasiat' itu. Kemungkinan besar, dia salah satu dari 6 terduga teroris yang tewas di lokasi.

Kondisi kertas tidak cukup berbentuk karena kehujanan. Berikut inti isi pesan tersebut:

"Kepada kedua anakku...ayah meminta maaf karena tidak bisa membahagiakan kalian dengan limpahan duniawi. Tapi ketahuilah, kebahagiaan yang hakiki adalah cinta Allah."

"Sebenarnya isinya lumayan panjang, tetapi intinya seperti itu," kata sang perwira.

2. Uang Ratusan Juta

Uang-uang yang masih tersegel rapi ditemukan di tas-tas pribadi milik terduga teroris. Masing-masing bendel berjumlah Rp 10 juta - Rp 20 juta. Totalnya diperkirakan Rp 200 juta.

Polisi menduga uang tersebut merupaka hasil merampok BRI Unit Panongan Tangerang. "Uangnya masih segar, masih disegel. Lazimnya ada di bank," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar.

Perampokan di Bank BRI terjadi pada Rabu (25/12/2013) lalu. Uang yang berhasil digasak oleh pelaku senilai Rp 570 juta.

3. Daftar Vihara

Jadi ajang baku tembak, markas teroris di Ciputat acak-acakan. Di tumpukan barang ditemukan print-out daftar vihara yang diduga dijadikan target pengeboman. Ada 20-30 lokasi.

"Itu dalam bentuk print out dari komputer," ujar Brigjen Boy Rafli Amar.

Temuan itu cocok dengan aksi Dayat 'Kacamata'. Pria yang memiliki usaha optik ini diduga kuat terlibat peledakan bom di Vihara Ekayana pada Agustus 2013 lalu.

4. Bom

Ada 6 rangkaian bom di Ciputat. Karena itulah, polisi cukup berhati-hati saat menggerebek. Setidaknya butuh waktu 9 jam untuk melumpuhkan 6 terduga teroris.

"Hasil olah TKP, (bom) meledak 1 kali. Itu meledak satu," kata Brigjen Boy Rafli.

Polisi belum bisa memastikan jenis bahan peledak tersebut, apakah berdaya ledak tinggi atau rendah. Tim Inafis masih meneliti benda berbahaya tersebut. Kalau menggunakan C4, TNT, itu bisa dikategorikan berdaya ledak tinggi atau high explosive.

"Kita tidak bisa ambil kesimpulan, karena harus dilakukan pengecekan oleh tim puslabfor," jelasnya.
Halaman 2 dari 5
(trw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads