Setelah berhasil memindahkan Pepi Fernando, terpidana kasus bom buku dari Lapas Batu ke Lapas Besi Pulau Nusakambangan, Cilacap, ratusan petugas gabungan dari Polres Cilacap, Brimob, Kodim 0703 Cilacap dan sipir melakukan sweeping di kamar-kamar sel para tahanan di LP Batu, Selasa (31/12/2013) malam.
Hasilnya, petugas gabungan menemukan 14 peluru, puluhan handpone dari berbagai merek lengkap beserta chargernya, uang tunai, laptop dan 0,5 gram sabu serta kompor. Tidak jelas dari mana asal peluru-peluru itu dan siapa pemiliknya. Namun, ada kemungkinan keberadaan peluru-peluru itu terkait rencana-rencana sebagian napi terorisme. Hal itu mengingat penghuni kamar 11 diketahui merupakan napi terorisme.
"Ada 14 peluru, terdiri dari 4 peluru aktif dan 10 peluru kosong. Peluru-peluru itu kami temukan di kamar 11 yang dihuni napi teroris dan narkoba. Tidak ada napi yang mengaku memilikinya," kata Kepala Lapas Batu Liberti Sitinjak kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah merencanakan memindahkan Pepi dan merazia seluruh kamar," jelasnya.
Untuk memudahkan kegiatan sweeping, sekitar 380 napi penghuni Lapas Batu, dikeluarkan dari kamar sel dan dikumpulkan di lapangan dalam lapas tersebut dengan penjagaan ekstra ketat. Selanjutnya, satu persatu barang-barang didalam sel tersebut dikeluarkan dan dibakar. Selama kegiatan itu, lapas dikepung satuan gabungan dengan bersenjata lengkap.
"Semua barang milik napi yang kita temukan langsung kita bakar," ujarnya.
Sweping kamar tahanan melibatkan 120 sipir Lapas di Nusakambangan, 300 polisi dan 50 anggota TNI. Kegiatan serupa akan dilakukan di lapas-lapas lain di Pulau Nusakambangan.
Pepi Fernando terpidana kasus 'bom buku' dinilai sering berbuat ulah dengan mendoktrin sejumlah napi lain untuk berbuat onar. Pengelola lapas memindahkan Pepi ke lapas lain. Namun saat hendak dilakukan pemindahan, Senin (30/12/2013) malam, sempat terjadi upaya penolakan yang dilakukan sejumlah napi.
Sempat terjadi aksi perusakan. Napi menjebol eternit bangunan di Blok 13. Sejumlah petugas lapas yang menenangkan justru dilempari dengan barang-barang dari kamar sel. Situasi agak mered setelah satuan pengendali massa Polres Cilacap dan satu peleton Brimob didrop ke lapas tersebut.
(arb/trw)










































