Jenazah GBPH Djoyokusumo atau Gusti Djoyo dilepas oleh Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan berdoa di depan peti jenazah adiknya, diikuti oleh GKR Hemas dan anak-anaknya.
Setelah dilepas dengan tradisi keraton, jenazah yang berada dalam peti digotong keluar rumah duka oleh puluhan abdi dalem. Di masjid Rotowijayan yang berada tak jauh dari rumah duka, jenazah disalatkan, kemudian dibawa menuju pemakaman di Pesarean Hastorenggo komplek makam Raja-raja Kotagede Yogyakarta dengan menggunakan ambulans milik BNPB.
Saat iring-iringan kendaraan yang membawa keluar dari kompleks keraton, ribuan warga nampak berjajar di pinggir jalan seolah ingin memberikan penghormatan terakhir. Rute-rute yang dilewati iringan jenaza untuk sementara ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenazah dikawal oleh mobil PJR. Untuk sementara lalu lintas ditutup saat iringan jenazah melintas. Setelah itu dibuka kembali," katanya di rumah duka.
(trw/trw)











































