"Sekarang ini Kota Tua auranya berubah. Dulu tuh rasanya tidak hidup, namanya Kota Tua lalu setelah tua jadi terasa mati gitu ya. Sekarang lebih teratur," kata salah seorang pengunjung, Al Fikri (68), Sabtu (28/12/2013).
Fikri yang sudah berkali-kali mengunjungi Kota Tua menikmati perubahan suasana yang ada saat ini. Namun ia juga memberikan saran terkait para pengamen yang banyak ditemui di Taman Fatahillah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kebersihan juga menjadi sorotan dari para pengunjung. Menurut Herald (58), meskipun sekarang sudah lebih bersih, pemprov harus tetap menambah jumlah tempat sampah yang ada.
"Coba sekarang saya di sini, mau buang sampah tapi sepanjang kanan dan kiri saya nggak keliatan tong sampahnya," kritik Herald yang ditemui di depan Museum Wayang.
Terlepas dari kritik dan saran dari para pengunjung, Kota Tua dinilai bisa menjadi alternatif hiburan di akhir minggu. Masyarakat yang bosan dengan kebiasaan berbelanja di pusat kota, dapat mengunjungi Kota Tua.
"Saya senang di sini lebih terawat dan terorganisir, gedung-gedung juga dicat, jadi ada pilihan jalan-jalan selain ke mal," ujar Eva (50) yang datang bersama ketiga anaknya.
Jokowi menggandeng pihak swasta dan BUMN untuk membenahi kawasan ini. Mantan Wali Kota Solo ini percaya, pembenahan infrastruktur Kota Tua akan membawa banyak keuntungan bagi Jakarta. Jokowi juga berharap Kota Tua akan identik dengan Jakarta.
"Karena apa pun sebuah kota akan itu dilihat nantinya kalau punya kekuatan yang unik. Itu yang akan menjadi sebuah brand yang unik akan menjadi sebuah brand kota, itu akan menjadi kekuatan dan potensi yang unik. Jakarta adalah Kota Tua," tegas Jokowi di Stadion Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2013).
(ndr/ndr)










































