Bupati: Gara-gara Merpati, Kabupaten Ngada Bisa Terkena Pinalti

Bupati Blokir Bandara

Bupati: Gara-gara Merpati, Kabupaten Ngada Bisa Terkena Pinalti

Prins David Saut - detikNews
Minggu, 22 Des 2013 22:30 WIB
Bupati: Gara-gara Merpati, Kabupaten Ngada Bisa Terkena Pinalti
Jakarta -

Tindakan Bupati Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae memblokir Bandara Turelelo Soa pada Sabtu (21/12) kemarin menuai kritik tajam. Namun bagi Marianus, tindakan itu diambil karena maskapai Merpati yang tidak menyediakan tiket untuknya, bisa membuat penetapan APBD Kabupaten Ngada terkena pinalti.

"Saya mengirim ajudan saya pesan penerbangan pagi adanya Merpati. Katanya full... Kami di kabupaten itu wajib sidang penutupan anggaran APBD dengan DPRD hari Sabtu (21/12) pukul 08.30 WITA. Akhirnya karena hal itu sidang ditunda dan harus gelar Badan Musyawarah (Bamus) ulang yang penetapan APBD berikutnya kami bisa kena pinalti 30 persen," kata Marianus saat berbincang dengan detikcom, Minggu (22/12/2013).

Marianus menjelaskan, kegiatannya di Kupang NTT adalah menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2013 oleh gubernur NTT pada Jumat (20/12) kemarin. Sehingga ia harus menghadiri rapat paripurna dengan DPRD pukul 08.30 WITA keesokannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun rencana untuk menghadiri rapat itu gagal setelah dirinya tak mendapatkan tiket pesawat Merpati tujuan Ngada. Sehingga Marianus menilai, Merpati yang menggunakan fasilitas bandara untuk keuntungannya tapi tak memperhatikan tanggungjawabnya terhadap daerah operasionalnya.

"Kamu yang mencari uang di daerah ini juga harus memiliki rasa tanggung jawab ke daerah," ujar Marianus yang juga merupakan Ketua DPD PAN Ngada ini.

Aksi blokir terjadi pada Sabtu (21/12) kemarin sekitar pukul 06.15 WITA hingga 09.00 WITA. Bupati Marianus memerintahkan Satpol PP menutup bandara karena kesal tak mendapat tiket pesawat Merpati.

(vid/)


Berita Terkait