Korban Tewas Bus Tabrak Panther di Batang Jadi 14 Orang
Kamis, 25 Nov 2004 09:24 WIB
Semarang - Korban tabrakan maut bus vs pick up di Batang Rabu malam, bertambah satu orang menjadi menjadi 14 orang, Kamis (25/11/2004). Selain itu, sebanyak 14 orang lainnya luka berat dan ringan.Nama-nama korban tewas adalah pengemudi pick up Rohman (27), Syamsuni (30), Sofiah (60), Syifa (), Arif (8), Sinu (28), Riyayah (24), Miyati (40), Rizki (4), Junariyah (25), Beruk (60), Biyati (25), Sutri (40), dan Rojanah (60). Korban terakhir Rojanah meninggal di RS Weleri Kendal.Sementara korban luka berat diantaranya, Munandiyah (6), Zaenudin (4), Riyatun (45), Tisarah (40), Ika (5), Widi Anggraneni (4), Wahyudi (18), Slamet (30), Nur Hamidah (20), Novi (4), Sopiah (35), Suwanti (40), dan Vina Idamatu Silmi (6). Serta luka ringan Mismi (34).Saat ini keseluruhan korban dirawat di RS Weleri Kendal. Korban luka mendapat perawatan intensif, sedangkan korban tewas berdasarkan rencana hari ini akan diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.Seperti diketahui, tabrakan bus PO Gembira Ria nopol K 1435 AC dan pikap nopol B 9707 CR terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Desa Timbang Kec Grinsing Kab Batang. Bus jurusan Jepara membawa 28 penumpang itu dikemudikan Suwarsono (46), warga Srobyong Mlonggo Jepara.Saat kejadian, bus melaju kencang dari arah Barat (Jakarta). Dalam remang-remang Suwarsono seperti melihat kendaraan yang tiba-tiba berjalan lambat di depannya. Langsung saja, ia membanting stir ke kanan hingga melewati median jalan.Lolos dari kendaraan pertama, dari arah timur (Semarang) muncul mobil pick up yang dikemudikan Rohman (27), warga Kebumen, Tersono, Batang. Tak ayal lagi pick up yang membawa 27 penumpang itu pun jadi sasaran bus Gembira Ria. Pick up terseret beberapa meter dan berhenti setelah menabrak pohon dan tebing di sekitar jalan.Pick up langsung ringsek dan penumpangnya berjatuhan dan terlempar. Karena benturan keras itu, penumpang pick up menjadi korban paling banyak. Sedangkan, bus hanya ringsek pada bagian depannya.Menurut Kapolres Batang AKBP Edi Setyo kecelakaan itu terjadi karena pengemudi bus lalai. Ia kurang hati-hati dalam mengemudikan kendaraannya. "Pengemudi bus sudah kami tahan untuk pemeriksaan selanjutnya," katanya ketika dihubungi wartawan.Lokasi kejadian yang berada 2 KM dari jalur altrenatif Plelen Alas Roban memang sering terjadi kecelakaan. Kondisi jalannya yang lurus dan kelihatan lengang membuat banyak pengemudi ngebut. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang mendadak mereka tidak bisa mengontrol kendaraannya.
(nrl/)











































