"KPU sendiri kan mengatakan bahwa masalah NIK masih bisa diproses hingga Pemilu dan kami yakin pada hari H data kementerian kami bisa digunakan oleh KPU," ujar Amir ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Menurut Amir, jumlah warga binaan di Lapas itu selalu berubah dari waktu ke waktu. Setiap harinya, ada narapidana yang masuk atau keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan penyelenggaran Pemilu, Amir juga yakin pihak lapas bisa dapat menanganinya dengan baik. Lapas-lapas, lanjutnya, sudah memiliki sistem yang teruji.
"LP kami sudah sangat berpengalaman mengelola TPS. Jadi kami sudah punya sistemnya," kata politikus Demokrat tersebut.
KPU menemukan persoalan terbesar daftar pemilih tetap berada di sejumlah lembaga permasyarakatan. "Sejauh yang kami cermati, yang tidak memiliki NIK karena memang tidak punya identitas, KK dan sebagian besar ada di Lapas," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas di kantornya, Senin (4/11/2013).
Menurut Sigit, di seluruh lapas, tidak ada NIK. Hal tersebut diketahui setelah tim KPUD turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Selain itu di sejumlah wilayah, kata Sigit, juga ditemukan adanya persoalan. "Contoh di Mesuji ada masyarakat yang tidak diakui, dan tidak punya nomer identitas," kata Sigit.
(fjp/aan)











































