Tidak Ada Bukti Terorisme dalam Musibah Pesawat Cina
Selasa, 23 Nov 2004 15:10 WIB
Jakarta - Penyelidikan seputar jatuhnya pesawat komersil Cina, Minggu (21/11/2004) lalu masih berlangsung. Namun sejauh ini para penyelidik tidak menemukan bukti-bukti terorisme dalam peristiwa maut itu.Demikian dilaporkan kantor berita resmi Cina, Xinhua dan dilansir Associated Press, Selasa (23/11/2004).Dalam musibah itu, seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 54 orang tewas. Tim penyelam hingga saat ini masih melakukan pencarian kotak hitam pesawat yang berisikan rekaman data penerbangan Bombardier CRJ-200 milik maskapai China Eastern Airlines. Pesawat tersebut jatuh ke danau setelah lepas landas dari kota Baotou, Cina utara dalam penerbangan ke Shanghai. Para penyelidik yang dikirim dari Beijing belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat. Namun tidak ditemukan adanya bukti terorisme ataupun "pengrusakan buatan manusia" lainnya.Menurut saksi mata, pesawat buatan Kanada itu mulai berguncang setelah lepas landas. Kemudian terdengar suara ledakan keras dan "pesawat hancur menjadi puing-puing yang terbakar," sebelum kemudian jatuh ke danau. Demikian dilaporkan Xinhua. Ini merupakan insiden penerbangan paling mematikan di Cina dalam dua tahun terakhir. Seluruh penumpang yang berjumlah 47 orang, termasuk 1 WNI tewas. Begitu pula dengan enam kru pesawat serta satu orang yang berada di darat. Tragedi besar terakhir di negeri Tirai Bambu itu adalah pada 7 Mei 2002 lalu. Saat itu, pesawat China Northern Airlines MD-82 tercebur ke lautan di kota pelabuhan Dalian dan menewaskan 112 orang.
(ita/)











































