Ini Dia Lokasi Rawan Aksi Penjambretan di Jaktim dan Jaksel

Ini Dia Lokasi Rawan Aksi Penjambretan di Jaktim dan Jaksel

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 25 Nov 2013 17:07 WIB
Jakarta - MH alias H (23) ditangkap aparat Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Tersangka H mengaku sudah melakukan 6 kali penjambretan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Kanit III Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kompol Jerri Reymond Siagian mengatakan, sasaran utama tersangka ini adalah wanita yang menaiki motor.

"Dia melakukan aksinya bersama seorang temannya bernama Musiri alias Ari alias Acong yang masih kita buru," ujar Jerri, Senin (25/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jerri mengatakan, tersangka sudah melakukan aksinya ini di 6 lokasi, di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada jam-jam pulang kerja.

"Modusnya yaitu memepet motor korban, kemudian menarik tas korban secara paksa dari kanan. Setelah itu tersangka ke kiri, lalu turun di flyover dan mutar di bawah jembatan," jelas Jerri.

Adapun, lokasi yang menjadi sasaran pelaku yakni flover Gembrong, Jakarta Timur; Jalan Abdul Syafei, Tebet Jaksel; dan flyover Saharjo, Tebet, Jaksel.

Tersangka juga melakukan aksinya di Jalan Abdul Syafei, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada tanggal 13 Oktober 2013 pukul 12.00 WIB. Pada tanggal 3 Oktober dan 24 September, tersangka juga melakukan aksi serupa di Jalan Abdul Syafei, tepatnya di depan Kedai Kopi Phoenam, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jaksel.

Pada tanggal 10 Oktober 2013, tersangka melakukan aksinya di flyover Saharjo, Jalan Abdullah Syafei, Kelurahan Manggarai Selatan, Tebet Jaksel.

Di flyover Gembrong, Jakarta Timur, tersangka mengambil tas korban bernama Evy febriyani pada tanggal 21 September 2013 pukul 19.00 WIB. Tas korban berisi dompet yang berisi 2 buah katru ATM BRItama, 2 ATM BRI Junio, 1 buah kartu kredit BRI, 1 buah KTP, 1 buah handphone BleckBerry dan satu unit iPad mini milik korban.

"Dompet saya dibuang pelaku di Cawang Kompor ditemukan oleh pemulung dan dikembalikan pemulung itu ke rumah saya," kata Evy.

Evy saat itu pulang kerja dan dibonceng oleh pacarnya. Tas jinjingnya ia ikatkan di lengannya, lalu disimpan di pangkuannya.

"Kejadian ini membuat saya trauma," imbuh Evy.

Evy menceritakan, sebelumnya ia juga pernah menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca. "Tapi waktu itu tidak saya laporkan," tukasnya.

(mei/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini