Sebelum Meninggal, Munir Sempat Disuntik Dokter Dua kali

Sebelum Meninggal, Munir Sempat Disuntik Dokter Dua kali

- detikNews
Senin, 22 Nov 2004 18:20 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia siap membantu aparat kepolisian dalam mengusut kematian pejuang HAM, Munir, SH. Garuda juga sudah mengumpulkan data-data yang dialami Munir sebelum meninggal. Saat mengerang kesakitan di dalam pesawat, Munir sempat disuntik seorang dokter selama dua kali. Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia Pujobroto, SH saat ditemui di kantornya, di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/11/2004). Pujobroto menjelaskan panjang lebar mengenai penerbangan Munir sampai meninggalnya. Menurut Pujo, Munir naik pesawat Garuda berjenis Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 974 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Amsterdam pada pukul 21.55 WIB, Senin (6/9/2004). Pesawat tiba di bandara Changi, Singapura pukul 00.40 waktu setempat. Transit di bandara Changi selama 1 jam 10 menit. Saat transit, semua penumpang sempat keluar dari pesawat untuk istirahat. Pesawat baru take off menuju Amsterdam sekitar pukul 01.50 waktu setempat. Perjalanan Singapura-Amsterdam ini memerlukan waktu sekitar 13 jam. Setelah 3 jam pesawat lepas landas dari Singapura, Munir mengalami sakit, muntah-muntah dan buang-buang air. Saat dikasih air minum, Munir malah muntah. Munir juga terlihat sering ke kamar kecil. Saat di pesawat, Munir duduk di kursi 40 G, Akhirnya, salah seorang penumpang pesawat yang kebetulan seorang dokter memeriksa kondisi Munir. Munir saat itu mengerang kesakitan. Lantas dokter memberikan suntikan. Setelah disuntik, Munir tampak tenang. Setelah disuntik, dia tidak tidur. Kondisi ini berulang, sehingga dokter memberikan suntikan lagi. Namun, beberapa jam kemudian, Munir mengerang kesakitan lagi. Saat itu, pramugara bernama Madjid Nasution, setelah melayani semua penumpang, kembali melihat kondisi Munir. Melihat kondisi Munir ini, pramugara itu kemudian segera melaporkan ke dokter itu kembali. Setelah dokter itu menemui, Munir sudah dalam kondisi meninggal dunia. Munir tercatat meninggal dunia pada Selasa (6/9/2004) pukul 04.05 UTC. Saat Munir meninggal, pesawat sedang dalam berada dalam ketinggian 40 ribu kaki, di atas wilayah udara Hongaria. Pesawat baru mendapart di Bandara Schipphol, Amsterdam sekitar pukul 08.10 waktu setempat. Atas kematian Munir, petugas keamanan bandara meminta keterangan awak pesawat dan sebagian penumpang, termasuk dokter yang membantu Munir. Seperti diketahui, hasil otopsi dari Netherlands Forensic Institute (NFI), diketahui jasad Munir mengandung Arsen dalam jumlah tidak wajar. Ada dugaan, Munir sengaja diracun oleh kelompok tertentu. (asy/)


Berita Terkait