Filipina Diserang Badai, 24 Nelayan Tewas & 58 Hilang
Senin, 22 Nov 2004 15:34 WIB
Jakarta - Sedikitnya 58 nelayan hilang, dikhawatirkan tenggelam, akibat badai ganas yang melanda Filipina. Adapun korban tewas sejauh ini telah mencapai 24 orang. Harapan semakin tipis untuk menemukan para nelayan yang hilang di lautan sebelah selatan pulau Luzon, ketika badai tropis Muifa menyerang wilayah tersebut pada Jumat (19/11/2004) lalu. Juru bicara penjaga pantai Armando Balilo mengatakan pada AFP, Senin (22/11/2004) bahwa mereka yang belum diketahui nasibnya itu telah berada di perairan selama lebih dari 48 jam. Pencarian dengan menggunakan helikopter tengah dilakukan untuk menemukan mereka. "Kami menggunakan helikopter-helikopter untuk mencari mereka," ujar Balilo.Setelah menghantam semenanjung Bicol awal pekan lalu, Jumat lalu Muifa kembali menyerang pulau-pulau Marinduque, Mindoro dan Coron dalam perjalanannya menuju Laut Cina Selatan. Kantor pertahanan sipil Filipina menyatakan, sebanyak 43 kapal nelayan dan dua kapal derek dengan total 58 kru di atasnya dilaporkan hilang di Mindoro, Marinduque, Romblon, Coron dan semenanjung Bondoc dekat Bicol. Muifa menghancurkan atau merusak lebih dari 27 ribu rumah dan menyebabkan sekitar 60 ribu orang kehilangan tempat tinggal mereka. Badai ini juga telah menciderai sedikitnya 79 orang. Muifa juga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kegagalan panen yang kerugiannya ditaksir mencapai sekitar 73 juta peso (1,3 juta dolar AS).
(ita/)











































