"Kucing-kucingnya saya ajakin doa. Moga ya hari ini bapak rezekinya banyak," ujar Novi saat ditemui detikcom di 'rumahnya' di bawah fly over Kampung Melayu, Jaktim, Sabtu (16/11/2013).
Menurut Novi, dia berdoa tiap hari sebelum suaminya berangkat memulung. Amat memulung hingga kawasan Casablanca. Sedangkan Novi terkadang memulung hingga Jatinegara.
"Rezeki itu selalu datang sebelum bapak (Amat) kerja. Benar kan tiap hari selalu dapat," kata Novi.
Perilaku Novi dan Amat yang merawat kucing dan anjing mendapat protes dari 1 anaknya di kampung. Anak mereka khawatir orangtuanya sakit.
"Tapi buktinya kita selalu dikasih rezeki, selalu sehat," ucap Novi.
Di tempat yang sama, Amat mengaku merawat puluhan kucing dan anjing dengan kasih sayang. Bahkan dia merawat kucing yang terluka parah hingga sembuh.
"Ini namanya Gempor (kucing berwarna coklat). Soalnya saya nemu habis dia keserempet mobil dan nggak bisa jalan. Saya bawa dan obatin pakai jahe, parem. Lihat nih lama-lama sembuh," tutur Amat yang juga memiliki kucing bernama Yuyung, Bontang, Temon, dan Melet ini.
Ada lagi cerita Amat dalam merawat kucing. Saat itu ada seekor kucing yang menjauhinya karena sakit. Namun Amat tidak putus asa untuk terus mencari kucing tersebut.
"Saya cariin sampai ketemu, supaya saya lega kalau sudah ketemu bangkainya. Akhirnya ketemu dimasukin kantong plastik dan saya kubur di sekitar rumah," ucap Amat sambil berkaca-kaca.
Novi dan Amat merawat sekitar 60 kucing dan anjing. Kucing-kucing diberi makan ikan cue. Sedangkan anjingnya diberi makan kepala ayam. Uang untuk makanan kucing dan anjing itu diperoleh dari memulung.
(nwy/gah)











































