Informasi yang dihimpun dari kepolisian setempat, peristiwa itu terjadi, Kamis (14/11) sekitar pukul 21.40 WIB. Lokasi kejadian terletak di Desa Pertamina Kecamatan Rantau Peurlak, Aceh Timur.
Beberapa hari sebelumnya, warga melakukan pengeboran. Sekitar pukul 18.00 WIB, sumur tua mengeluarkan minyak bercampur gas. Diduga karena rokok salah satu warga, sumur mengeluarkan api dan terbakar.
Dua korban kritis akibat semburan api. Keduanya Abdullah (30) dan Riski Ramadhani (12) keduanya warga Desa Matai Kecamatan Rantau Peurlak, Aceh Timur. Sebanyak 8 warga Aceh Timur terluka, yakni Musliadi (12), Surya Sahputra (15), Agus Sahputra (22), Ramlan (22), Ridwa (25), Dedi Maulana (25), Zulfan (39), dan Wahyu Budi Efendi (29). Selain itu, 3 warga Langkat Sumut terluka, yakni Wajidan (45), Sukardi (40), dan M Zaini (28).
Korban dibawa ke RSUD Idi Aceh Timur. Dua di antaranya dirujuk ke RS Medan karena kritis.
Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir mengatakan api baru bisa dipadamkan 2 jam kemudian setelah petugas pemadam tiba. Polisi langsung melakukan olah TKP. "Diduga api berasal dari api rokok para pekerja ilegal itu," katanya kepada detikcom, Jumat (15/11/2013).
(trw/trw)











































