Santi Tak Sempat Nikmati Kado Ramadan Sang Ayah
Rabu, 17 Nov 2004 15:40 WIB
Jakarta - Agus masih terlihat shock saat ditemui di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur. Dia tidak pernah menyangka niatnya mengajak Santi (8) putrinya jalan-jalan berujung petaka.Agus adalah salah satu korban kecelakaan maut di tol Jagorawi, 10 menit sebelum rombongan Presiden SBY melintas, Sabtu (17/11/2004). Dalam kecelakaan itu, Santi (8) putrinya meninggal dunia. Sementra Sinta, putrinya yang lain mengalami luka-luka."Hari ini saya berniat mengajak putri saya jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan. Ini hadiah untuk mereka karena telah berpuasa penuh 1 bulan," tutur Agus, yang ditemui di ruang perawatan di RS UKI Cawang, Jakarta Timur.Menurut Agus, sebenarnya dirinya enggan berangkat pada hari ini. Namun dirinya tak kuasa menolak ketika sang anak terus merengek. "Lagian keluarga besar saya yang lainnya juga berangkat. Akhirnya kita pergi dengan naik angkot sewaan," jelas Agus.Sirene PolisiAgus menambahkan, ketika sampai di ruas tol Cibubur mobil yang ditumpanginya berhenti. Saat itu juga dia mendengar suara sirine yang biasa didengar dari mobil polisi. "Saya pikir pasti ada pejabat yang mau liwat," ungkap Agus.Ingatan terakhirnya saat itu, dirinya duduk persis di belakang sopir sementara Santi duduk di sebelahnya. DI sebelah kanan mobil yang ditumpanginya ada 1 mobil lain. Di sebelah kanannya juga ada 2 mobil lainnya, sementara di depan ada sebuah mobil Kijang."Dari arah belakang ada mobil besar. Saya tidak tahu bagaimana kejadiannya, tiba-tiba semua penumpang di mobil saya menindih tubuh saya. Saya sempat melihat Santi tidak bernapas lagi, kemudian saya di bawa ke RS," papar Agus.Dirinya sadar kembali setelah mendapat perawatan di RS UKI. Dadanya sesak dan beberapa pagian tubuhnya luka memar. Siku kirinya juga berdarah dan harus dibalut dengan perban."Saya tidak tahu apakah istri saya sudah tahu atau belum peristiwa ini. Dia tadi tidak ikut karena kami masih punya bayi berumur 2 bulan," tutur Agus.Meski sangat sedih, warga Sukaraja RT 04 RW 05 Bogor, Jawa Barat ini mengaku dapat menerima kejadian yang dialami keluarganya. "Saya sangat sedih harus kehilangan anak, tapi mau bagaimana lagi," ujar Agus setengah bertanya.
(djo/)











































