Salah satu keluarga pasien, Aef (35), menuturkan bahwa sudah sejak 5 hari yang lalu ibu mertuanya Raisah (51), di rawat di ruang IGD RSUD Koja. Setelah 5 hari dibantarkan di ruang IGD, sampai sekarang belum mendapatkan ruang perawatan.
"Saya antar hari Minggu (3/11). Saya kira saya datang lagi sudah dapat kamar, tapi ternyata belum juga," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa dialami juga oleh Tarimpen (72), warga Kalibaru. Anaknya, Suwarti (37), mengeluhkan kalau ibunya sudah sejak Sabtu (2/11) menginap di RSUD Koja. "Ibu saya masuk Sabtu (2/11) malam, tapi sampai sekarang juga belum juga dapat kamar. Sementara kalau sehari-hari saja saya paling tidak menghabiskan Rp 50 ribu untuk makan dan lain-lain selama menjaga," jelasnya.
Direktur Utama RSUD Koja, Togi Asman Sinaga membantah apabila pasien dibantarkan selama 5 hari di ruang IGD. Menurut peraturan, pasien naik ke ruang perawatan tidak lebih dari dua hari.
"Dari aturan yang ada, seharusnya maksimal 2 hari sudah harus naik ke ruang perawatan," terangnya.
Namun Togi menjelaskan kenaikan pasien di RSUD Koja memang sedang tinggi. Pasien yang dirawat setiap harinya dapat mencapai 87-88 persen yang memenuhi ruang perawatan.
"Rata-rata setiap hari penuh, jadi 87 sampai 88 persen tempat tidur terisi. Jumlahnya antara 502-505 pasien yang kita layani. Sedangkan total tempat tidur ada 571, dengan kelas 3 mencapai 460 tempat tidur atau sekitar 90 persen," paparnya.
Togi menambahkan, data yang ia ketahui dari IGD hingga saat ini sekitar 7 pasien yang masih menunggu dinaikkan ke ruang rawat inap. "Memang aturannya itu nunggu di IGD, kira-kira 1 atau 2 hari, kemudian pasien kita rujuk kemudian waiting list untuk rawat inap. Saya belum lihat datanya bila ada yang sampai menunggu 4 hari, nanti saya cek dahulu," pungkasnya.
(fan/ega)











































