Istri Munir Datangi Mabes Polri

Istri Munir Datangi Mabes Polri

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 11:15 WIB
Jakarta - Suciwati, istri almarhum Munir menyesalkan birokrasi rumit yang harus dilaluinya untuk mendapatkan hasil otopsi suaminya. Suci mendatangi Mabes Polri untuk meminta hasil otopsi. Penyesalan itu disampaikan Suci kepada wartawan sebelum bertemu dengan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung di Mabes Polri Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2004) pagi. Suci didampingi Koordinator KontraS Usman Hamid, dan Direktur Eksekutif CETRO Smita Notosusanto."Mestinya yang berhak tahu hasilnya saya dulu, bukan mereka. Saya lihat mereka (Deplu) tidak ada niat baik, mereka tidak telepon saya sejak awal. Padahal hasil itu sudah diterima Deplu sejak jam 10.30 WIB kemarin. Saya yang inisisatif hubungi, bukan Deplu," sesalnya."Mereka (Deplu) menginformasikan sedang berkoordinasi dengan Menkopolhubkam dan Polisi, kenapa harus lewat mereka kok rumit banget? Kan cuma memberikan hasil otopsi pada kita. Saya sudah menghubungi Pak Widodo, dan Pak Da'i Bachtiar," Suci berujar.Untuk itu lah, Suci berusaha mendapatkan hasil otopsi dengan mendatangi Mabes Polri, dimana hasil otopsi tersebut sedang disidik lebih lanjut."Agendanya saya mau menanyakan hasil otopsi suami saya. Katanya mau diterjemahkan dari bahasa medis ke bahasa yang kita pahami," ujarnya sebelum bertemu Suyitno.Lebih lanjut lagi Suci mengakui telah dihubungi Menkopolhubkam Widodo A.S, Suci sempat menanyakan birokrasi yang rumit. Widodo menjelaskan jika pemerintah Belanda menyerahkan langsung hasil otopsi ke pihak keluarga tidak masalah, tapi kenyataannya pemerintah Belanda menyerahkannya melalui Deplu sehingga harus mengikuti birokrasi sesuai prosedur.Suci enggan berkomentar soal Munir meninggal karena diracuni. "No comment saya belum tahu hasilnya. Tapi kalau memang buruk saya akan tuntut sampai dihukum pelakunya, siapapun yang bertanggungajawab sampai meninggalnya suami saya," tukasnya.Suci menyatakan tidak keberatan jika makam suaminya harus dibongkar demi penyidikan. "Untuk sebuah kebenaran kita nggak keberatan, apapun yang namanya kebenaran sampai liang kubur akan kita beri. Kita akan kejar penjahatnya siapapun yang bersalah harus diadili meskipun itu Jenderal," demikian Suci. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads