Munir Ternyata Diracun
Siapa Gerangan Pelakunya?
Jumat, 12 Nov 2004 07:52 WIB
Den Haag - September lalu sebenarnya detikcom sudah mendapatkan sketsa bahwa kematian Munir tidak wajar. Ia muntah-muntah, diare dan bolak-balik ke toilet, ciri efek kerja aktif arsenicum (As).7 September 2004. Sumber di KBRI Den Haag, atas pertanyaan detikcom, mendiskripsikan kondisi terakhir Munir menjelang malaikat maut menjeputnya. Mengutip informasi yang diperolehnya, dia menceritakan bahwa Munir muntah-muntah dan terus bolak-balik ke toilet. Dua jam menjelang pesawat mendarat di Schiphol, pemuda pemberani itu sudah tak bernyawa.Gejala-gejala pada Munir kuat mengarah pada efek arsenicum. Begitu zat bernomor atom 33 itu aktif di dalam tubuh, korban akan mengalami muntah-muntah, haus luarbiasa namun hanya bisa minum sedikit-sedikit, dan banyak mengeluarkan air liur. Korban juga akan gelisah hebat. Selain itu dia akan kejang-kejang perut, merasakan sakit seperti diiris-iris atau rasa terbakar di bagian perut dan diare disertai darah. Inilah yang menyebabkan Munir bolak-balik ke toilet, sebelum sistem pencernaannya hancur dari dalam, lalu meninggal.Senyawa arsenicum paling umum dipakai adalah arsentrioksida (As2O3). Untuk mengeliminir seseorang cukup dibutuhkan 40 mg arsenicum per Kg berat badan yang bersangkutan. Jika diasumsikan berat badan Munir yang kurus itu 50 Kg, maka hanya perlu 2 gr arsenicum untuk melenyapkannya.Data mengenai gejala apa yang dialami Munir sebelum meninggal terlihat irelevan dengan riwayat penyakit Munir yang konon menyandang hepatitis C-virus (HCV). Soalnya mortalitas karena hepatitis C itu umumnya rendah, tidak akut, melainkan kronis dengan waktu cukup lama, lever akan mengalami sirosis kronis, kemudian disfungsi, seterusnya hingga penderita meninggal. Sedangkan Munir saat berangkat fit.Namun, selama belum ada pembeberan resmi mengenai isi laporan hasil otopsi, orang hanya sampai pada batas berteori dan menduga-duga. Dugaan itu sedikit mendekati benar, ketika Kamis (11/11/2004), isi laporan hasil otopsi jasad Munir bocor ke NRC Handelsblad, yang kemudian dikutip luas media Belanda. Dalam laporan otopsi yang dilakukan Nederlands Forensisch Instituut (NFI) disebutkan bahwa Munir memang meninggal karena diracun arsenicum.Jika benar isi laporan hasil otopsi Munir menyebutkan bahwa kematiannya akibat diracun dengan arsenicum, maka rantai pertanyaan berikutnya akan menjadi menarik. Misalnya, kapan kira-kira arsenicum tersebut masuk ke tubuhnya, yang besar kemungkinan disamarkan melalui makanan atau minuman? Apakah di pesawat atau saat stopover di Changi, Singapura? Lalu siapakah kira-kira pelakunya?
(es/)











































