"Jadi saya sekarang posisinya sebagai relawan. Dan saya menunjukkan namanya orang hidup ada mulainya ada akhirnya, kita seolah kalau punya posisi dipegangi terus. Saya malah ingin katakan hibahkan gerakan ini kepada semua orang yang peduli kepada pendidikan, besarkan, gandakan, supaya makin banyak orang mau turun tangan," kata Anies usai memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya di Malang, Kamis (31/10/2013).
Anies tak ingin ada dugaan conflict of interest. Ia ingin membuktikan bisa ikut konvensi tanpa tunggangan gerakan apa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Anies memastikan gerakan akan terus berjalan. Yayasan akan segera menunjuk pengganti Anies.
"Tapi gerakannya jalan terus, saya tetap pendiri di situ. Saya tetap beraktivitas di pendidikan tetapi saya tidak punya otoritas untuk memutuskan, untuk mengirimkan dana, sehingga kalau ada orang mau ikut dalam gerakan tidak khawatir saya menggunakan anak-anak," tegas Anies.
Lalu siapa pengganti Anies? "Ini sedang diputuskan siapa yang menggantikan," tutupnya.
Penjelasan dalam websitenya, Yayasan Indonesia Mengajar bertujuan membantu mengisi kekurangan guru sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil dengan mengirimkan lulusan terbaik Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah dididik intensif untuk menguasai kapasitas kepengajaran dan kepemimpinan untuk bekerja sebagai guru selama satu tahun. Yayayan ini didirikan oleh Anies Baswedan. Pemberangkatan pengajar muda angkatan pertama dilepas pada 10 November 2010.
(van/nrl)










































