"Karena serapannya masih rendah, saya tanya satu per satu. Nggak masalah. Siap semuanya. Bisa sampai 90% katanya," kata Gubernur DKI, Joko Widodo usai pertemuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2013).
Penyebab rendahnya penyerapan ini karena masih rendahnya penyerapan anggaran SKPD yang mempunyai alokasi anggaran besar. Sebut saja Dinas PU, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan, Dinas Permukiman dan Gedung Pemda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana serta beberapa dinas lainnya. Termasuk di dalamnya dana program Kartu Jakarta Pintar yang masih belum cair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang APBD Perubahan, Jokowi meminta agar SKPD bersinergi untuk melakukan percepatan penyelesaian program-programnya.
"Kegiatan yang sudah ditetapkan 2013 dan tidak mengalami perubahan agar dilakukan percepatan penyelesaiannya. Dan jika mengalami perubahan di APBD P 2013, agar segera melakukan proses pelaksanaan tanpa harus menunggu pengesahan," pungkasnya.
Dalam rapat ini juga dibahas rancangan APBD DKI 2014 yang mencapai 67 triliun. Jokowi mengakui jika angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jika saat dia baru menjabat yang masih Rp 41,3 triliun.
(mnb/tor)










































