"Iya kurang lebih anggaran tahun depan Rp 67 triliun," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/180/2013).
Anggaran tersebut didapatkan melalui pajak online, PBB dan beberapa pemasukan lainnya. Ia pun mengatakan jika prioritas anggaran tersebut masih seputar masalah banjir dan penguraian kemacetan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitupun dengan dinas-dinas yang akan mendapatkan anggaran terbesar dalam APBD tersebut.
"Masih pendidikn, kesehatan, PU, perhubungan, dan perumahan karena kita mau buat rusun lagi," terangnya.
Ditemui terpisah, PLT Sekda DKI, Wiriatmoko menjelaskan jika Pemprov DKI menargetkan pembangunan 250 hingga 400 blok rusun pada APBD 2014. Ia juga mengatakan jika Kepala Dinas Perpajakan DKI, Iwan Setiawandi menargetkan 6000 wajib pajak hingga akhir tahun. Inilah salah satu sumber pajak untuk APBD 2014 DKI Jakarta.
"Pajak online lebih bisa menjamin orang nggak main-main salah satunya itu. Pak Iwan bilang 3000 sampai 6000 pelanggan online smp akhir tahun," kata Wiriatmoko.
(mnb/lh)










































