Ini Penjelasan Lengkap Azlaini Agus Soal Insiden di Bandara

Ini Penjelasan Lengkap Azlaini Agus Soal Insiden di Bandara

Nala Edwin - detikNews
Selasa, 29 Okt 2013 17:05 WIB
Ini Penjelasan Lengkap Azlaini Agus Soal Insiden di Bandara
Jakarta - Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia Azlaini Agus membantah menampar Yana Novia, staf PT Gapura Angkasa di bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Menurutnya dia hanya emosi dengan petugas di bandara tersebut.

"Penamparan itu sama sekali tidak benar," kata kata Azlaini Agus dalam rilis yang dibagikan komisioner Ombudsman, Budi Santoso, Selasa (29/10/2013). Rilis itu berisi pengakuan Azlaini setelah Budi Santoso bertelepon dengan perempuan 61 tahun itu.

Azlaini memberikan kronologi mengenai peristiwa yang terjadi saat dia ingin berangkat dari Pekanbaru menuju Medan, Senin (28/10/2013) pagi. Berikut ini adalah kronologi peristiwa tersebut versi Azlaini:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


A. saya adalah penumpang peswat Garuda GA 227 Pekanbaru-Medan dengan jadwal keberangkatan sebagaimana tertulis dalam tiket pukul 07.45 WIB. Kebetulan pagi tadi saya tugas ke Medan. Pada pukul 07.30 WIB penumpang GA 277 (melalui pengeras suara) diminta agar segera boarding/naik ke pesawat. Semua penumpang berdiri berjajar di gate 1 keberangakatan Bandara SSK II Pekanbaru. Saya berjajar paling belakang.

Ternyata setelah keluar dari gate 1, penumpang tidak langsung ke bawah (tempat bus), tapi disuruh petugas berdiri di depan luar gate 1, ketika saya tanya mengapa tidak langsung ke bus untuk naik ke pesawat, petugas boarding menjawab busnya belum standby di bawah.

Kalau busnya belum stand by mengapa penumpangnya disuruh boarding, dan kemudian disuruh berjejal berdiri? Petugas tidak bisa menjawab dan hanya cengar-cengir saja. Kira-kira 8 menit berdiri penumpang disuruh turun menuju bus. Saya pun ikut turun bersama penumpang lainnya.

B. Setelah di bawah, karena kebetulan saya memegang tiket kelas Bisnis, saya tanya pada petugas apakah tidak ada mobil untuk penumpang kelas bisnis? Petugas yang ada di situ menjawab 'Ibu tungga saja di sini, mobil kelas bisnis masih di sana (sambil menunjuk ke tempat parkir pesawat)'.

Petugas menambahkan mobil itu sedang mengambil penumpang yang baru mendarat dari Jakarta. Karena hari panas tak mungkin saya menunggu, di situ lalu saya naik saja ke dalam bus dan berbaur dengan penumpang kelas ekonomi. Di situ sempat menunggu 5 menit walaupun bus sudah penuh, ketika saya tanya siapa lagi yang ditunggu barulah petugas menyuruh bus itu bergerak.

Tetapi setiba di gate manual bus berhenti, tetapi pintu bus tertutup. Karena berhentinya sampai 15 menit, saya minta sopir buka pintu, karena saya capek berdiri di dalam bus dan tidak jelas mengapa bus itu berhenti sampai 15 menit dan tidak langsung menuju ke pesawat. Akhirnya setelah saya memaksa sopir membuka pintu dengan bantuan seorang petugas yang kebetulan lewat akhirnya pintu bus pun dibuka oleh sopir.

Karena bus berhenti sudah 20 menit dan ketika ditanya kepada petugas yang ada di situ tidak ada informasi yang jelas, saya minta pada petugas agar managernya datang ke gate manual untuk menjelaskan mengapa 20 menit kita terlantar di situ dan mengapa tidak langsung diantar ke pesawat (waktu itu sudah 08.03 WIB) tetapi beberapa petugas perempuan datang dan ketika ditanya mereka juga tidak bisa memberikan informasi mengapa kami harus menunggu lama di situ dan tidak langsung ke pesawat.

Karena mereka tidak bisa menjawab, saya langsung marah dan membentak seorang petugas yang ada (kebetulan perempuan), dia pun menangis dan kemudian pergi. Akhirnya seorang petugas perempuan yang tadinya mengelola boarding di gate 1 turun dan menemui penumpang yang sebagian besar sudah kehilangan kesabaran dan marah.

Menurut petugas itu (yang kemudian saya ketahui bernama Lia), bahwa penumpang tidak bisa diantar ke pesawat karena pilot belum siap, sebab pilot masih meminta konfirmasi dari Kuala Namu tentang cuaca di sana dan sampai saat ini pilot belum konfirmasi.

Di situlan jelas bahwa penumpang termasuk saya ditelantarkan setengah jam, hanya karena tidak ada koordinasi yang layak antara petugas darat (yang mengurus boarding) dari Gapura Angkasa dengan awak pesawat (pilot). Kalau memang pilot masih menunggu konfirmasi dari Kuala Namu dan belum oke untuk take off seharusnya penumpang tak disuruh boarding, biarkan saja penumpang duduk di ruang tunggu. Toh Garuda juga sering delay.

C. Akhirnya bus pun diberangkatkan menuju pesawat pada pukul 08.10 WIB, saya bersama penumpang lainnya tiba di pesawat pukul 08.15 WIB. Pramugari meminta maaf atas keterlambatan tersebut karena pesawat itu terlambat tiba di Pekanbaru, jadi bukan karena masalah cuaca atau Gunung Sinabung yang mengeluarkan asap seperti dijelaskan petugas Gapura Angkasa.



(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini