Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Muhammad Hendrasto seusai membuka Pameran Foto "Hidup Bersama Merapi" di Yogyakarta, Jumat (25/10/2013).
"Status tetap aktif normal, tidak berubah," kata Hendrasto di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaann Geologi (BPPTKG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak boleh sampai ke puncak, karena masih ada material yang mudah longsor," katanya.
Dia menambahkan adanya aktivitas Merapi beberapa waktu tidak mempengaruhi status. Ada hembusan asap dan abu namun tidak sampai jauh.
"Kalaupun ada hujan abu hanya di sekitar puncak saja," katanya.
Sementara itu Kepala BPPTKG, Subandriyo menambahkan pameran foto ini diselenggarakan berkaitan dengan peringatan 3 tahun peristiwa erupsi 2010. Pada tanggal 26 Oktober - 5 November 2010 merupakan peristiwa erupsi besar Merapi.
"Kita atau masyarakat sekitar Merapi pada khususnya bisa belajar mengenai kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana," katanya.
Subandriyo mengatakan untuk mengurangi risiko bencana, BPPTKG bersama instansi terkait terus melakukan latihan diantaranya latihan evakuasi bila terjadi bencana di Merapi.
"Latihan ini juga sebagai bentuk kegiatan agar masyarakat waspada sehingga masyarakat sudah siap. Latihan ini juga dilakukan evaluasi," pungkas Subandriyo.
(bgs/fjr)











































