Keberadaan Ngajiran (53), jamaah Haji Embarkasi Surabaya kelompok terbang (kloter) 7 yang hilang akhirnya ditemukan. Ia telah meninggal dunia.
Mendiang Ngajiran ditemukan di kamar jenazah RS King Faisal, Shisha, Makkah pada Rabu (23/10/2013).
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menjelaskan berdasarkan data pemberitaan pasien meninggal dunia dari RS King Faisal, Ngajiran wafat di RS Aljisr pada 19 Oktober pukul 07.27 WAS. Ngajiran lalu dirujuk ke RS King Faisal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilihat dari gelang, kita yakin itu jamaah Indonesia dan ada kesalahan dari pihak RS," ujar Arsyad.
Arsyad mengaku pihaknya sudah memberitahukan penemuan mendiang Ngajiran ke maktab 11 untuk proses pemakaman. Ngajiran akan dimakamkan di pemakaman Saraya.
"Secepatnya dimakamkan setelah surat dari maktab keluar langsung diproses, dimandikan, dikafani dan disalatkan," kata Arsyad.
Dalam kesempatan terpisah, jenazah Ngadiran ditemukan pertama kali oleh Kasi PAM Daker Makkah, Asep Abdullah.
Ia turun tangan mencari Ngajiran setelah tim sanitasi dan surveillance 2 hari tidak kunjung menemukan pria asal Bojonegoro itu.
"Saya meluncur ke RS King Faisal Makkah untuk mencari Ngajiran," kata Asep.
Asep langsung menuju kamar jenazah rumah sakit tersebut sekitar pukul 12.00 WAS. Ia ditunjukkan selembar foto kecil wajah jamaah haji oleh petugas RS tersebut.
"Ini ditulis warga Malaysia. Tetapi, saya yakin dia warga Indonesia. Dari bibir dan hidung, sesuai paspor. Saya lalu minta izin masuk ke dalam kamar jenazah. Saya cek di kain kafan ada nama Ngajiran, usia dan jenis kelamin. Saya yakin dia Ngajiran," ungkap Asep.
Menurut dia, Ngajiran sebelumnya sulit terdeteksi karena terdaftar di RS King Faisal sebagai warga Malaysia.
"Untuk memastikannya lagi, saya izin masuk lagi ke kamar jenazah. Saya lihat gelang yang dikenakannya. Ada nama Ngajiran. Gelang itu saya minta untuk dilepas saat jenazah dimandikan," kata Asep.
Ngajiran, jamaah haji Embarkasi SUB 7 yang menghuni pemondokan nomor 217 di kawasan Mahbas Jin, Makkah, itu hilang setelah mengalami muntah darah dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans milik Arab Saudi pada 19 Oktober 2013.
Berdasarkan data Siskohatkes, jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga 23 Oktober ini ada 148 orang.
(aan/jor)










































