Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memiliki cara tersendiri untuk melatih para satwa agar jinak kepada pengunjung tanpa harus membuat hewan tersebut merasa tersiksa. Menurut mereka, ada 5 cara untuk memperlakukan satwa secara manusiawi.
"Yang pertama, jangan membuat satwa menjadi takut. Karena ketika satwa takut, maka akan membuat hewan ini merasa tersiksa secara mental," ujar kepala tata usaha TMR, Bambang Supriyanto di TMR Ragunan, Jalan RM Harsono, Jaksel, Rabu (23/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah melihat topeng monyet di lampu merah, saya beri air minum, habis setengah botol. Itu artinya memang dia kehausan kan, berarti oleh yang punya atau pawangnya, gizi mereka juga tidak diperhatikan," kata Bambang.
Pasangan bagi satwa ini, merupaka salah satu hal penting yang harus diperhatikan. "Kalau tidak, mereka akan kesepian. Mempengaruhi psikologis mereka juga, jangan anggap mereka tidak memiliki hal itu, mereka juga sama seperti manusia," paparnya.
Dan yang paling terpenting, lanjut Bambang, hewan itu harus bisa beraktivitas dan sehat. Seperti halnya gajah tunggang yang ada di TMR, para keeper (penjaga) serta pelatihnya harus memiliki pengetahuan yang bagus untuk memmelihara serta memperhatikan kondisi satwa.
"Sewaktu mereka dibawa dari tempat penangkaran gajah di Way Kambas, para pelatih di sana memiliki trik tersendiri untuk melatih satwa ini. Kita tidak bisa memungkiri bahwa yang liar pasti akan dirantai dulu untuk membuat mereka jinak, tetapi kita juga harus terus memperhatikan kesehatan mereka," katanya.
Hal ini, menurut Bambang, juga akan diterapkan kepada para monyet malang yang sempat berprofesi sebagai penghibur keliling ini. Hingga saat ini, TMR tidak memiliki rencana untuk membangun wahana atraksi untuk hewan cerdik ini.
"Jangan sampai nanti ada protes lagi dari masyarakat, kalau sampai mereka harus beratraksi lagi. Walaupun boleh, asal dilatih tanpa kekerasan, tapi hingga saat ini tidak ada rencana untuk itu," kata Bambang.
(rii/nal)











































